Benarkah Pengesahan RUU Cipta Kerja Pengaruhi Pilihan Politik Buruh di Pilkada?

Ilustrasi-Kampanye Pemilihan Umum./Foto: Istimewa

Acuantoday, Jakarta- Gelombang protes masih dilakukan para buruh dan mahasiswa di berbagai daerah Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja telah disahkan. Para buruh dan mahasiswa yang tidak puas dengan rumusan UU Cipta Kerja menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Sejumlah pihak mengaku khawatir pengesahan RUU ini telah menjadikan polarisasi di masyarakat termasuk dalam urusan pilihan para buruh terhadap para calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020.

Direktur Social Policy dan Political Studies (Sospol’s) Cecep Sopandi menilai sangat mungkin kekecewaan para buruh ditumpahkan para buruh dengan memilih sikap apatis alias tidak peduli terhadap pilkada.

“Pilihan rasional bagi perlawanan buruh pada simbol kekuasaan adalah dengan Golput di Pilkada. Jika itu dilakukan, ini mengubah konstalasi politik,” ucap Cecep kepada Acuantoday.com, Rabu (7/10).

Cecep mengatakan sangat mungkin paslon cakada yang diunggulkan diprediksi akan menyusut, mengingat ada sekian persen pemilihnya Golput dan tidak hadir di tempat pemungutan suara (TPS) menyuarakan hak pilihnya saat hari ‘H’ pemungutan suara.

Kata Cecep, buruh di hampir seluruh daerah menggelar aksi penolakan terhadap disahkannya UU Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Ia mencontoh di daerah Karawang, Jawa Barat dimana ratusan ribu pekerja buruh melakukan aksi penolakan dan ini sangat berpotensi terhadap Pilkada nanti.

“Buruh di Karawang hari ini demo lebih banyak, ini akan berpotensi mendorong gerakan delegitimasi pada simbol kekuasaan,” ucap pengajar Magister Komunikasi Politik dari Universitas Mercu Buana ini.(rht)

Comments

comments