Tempat Tidur Isolasi di Rumah Sakit Rujukan COVID -19 di Jakarta Baru Terpakai 59 Persen

Acuantoday.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menerapkan kembali pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Ibu Kota mulai Senin depan.

Alasanya,  penularan COVID 19 di Jakarta sudah masuk kondisi darurat  ditandai dengan melonjaknya jumlah kasus covid-19, angka kematian dan kemampuan rumah sakit untuk menampung pasien yang terjangkit COVID 19.

Benarkah kondisi fasilitas kesehatan untuk penanganan COVID -19 di Jakara sudah darurat?

Ternyata masih tersedia cukup banyak tempat tidur ICU COVID 1-9 dan  tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota.

Data di kemeterian Kesehatan menunjukkan di Jakarta terdapat 67 unit rumah sakit rujukan COVID – 19, dengan kapasitas temat tidur ICU Covid 19 sebanyak 727 buah dan tempat tidur isolasi sebanyak 5314 buah.

Per Jumat, 11 September pukul 19. 30 WIB, dari 67 rumah sakit rujukan yang ada, baru 20 rumah sakit yang tempat tidur ICU COVID-19 nya terpakai seratus persen. Sedangkan rumah sakit yang tempat tidur isolasinya terpakai serarus persen hanya lima rumah sakit.

Secara keseluruhan, jumlah tempat tidur ICU  COVID 19 yang terpakai baru 63 persen sedangkan tempat tidur isolasi yang terpakai hanya 59 persen.

Beberapa rumah sakit  bahkan pemakaian tempat tidur isolasinya  masih di bawah 40 persen seperti  RSK Pusat Otak Nasional (30 persen), Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng (38 persen), Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang ( 28 persen) dan RS Umum Dr Suyoto Pusrehab Kemhan (35 persen)

Pada Jumat   11 Semptember 2020, di Jakarta ditemukan 964 kasus baru COVID 19 sehingga secara kumulasi menjadi 51 635 kasus. Total pasien yang sembuh sebanyak 39 125 orang dan  total pasien meninggal sebanyak 1368 orang setelah ada tambahan 17 orang yang tak tertolong dalam 24 terakhir.(Dita)

Comments

comments