Benny Wenda Mau Merdeka, Polri Sebut Papua Tak Ada Gejolak

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri. Penyidik Bareskrim Polri Jumat (25/9/2020) memeriksa dua pejabat kejaksaan aguyng dalam kasus kebakaran gedung kejagung./Foto: Romhan Wibowo (Acuantoday.cm)

Acuantoday.com, Jakarta – Polri mengklaim situasi Tanah Papua sedang baik-baik saja, kendati telah mencuat klaim kemerdekaan sepihak dan pembentukkan Pemerintahan Sementara West Papua (menyangkut Papua dan Papua Barat) oleh Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda pada Selasa (1/12).

“Di Papua (pada) 1 Desember situasi pemerintahan (Indonesia) berjalan dengan lancar. Tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Sampai hari ini (pun) di Papua situasi Kamtibmas aman kondusif,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Bareskrim, Rabu (2/12).

Menurutnya, deklarasi yang digaungkan Wenda merupakan hanya bentuk propaganda untuk memprovokasi situasi di sana jadi kacau. Sebab, deklarasi dirasa tidak kuat dampaknya, mengingat Wenda diklaim masih berada di Inggris.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Papua agar tidak termakan provokasi Wenda karena Tanah Papua sampai sekarang dan hingga nanti akan tetap jadi bagian Indonesia.

“Itu propaganda. Karena sampai saat ini Papua maupun Papua Barat masih sah di bawah NKRI. Dan hal ini sudah final, tdk ditawar-tawar lagi,” ujar Awi.

Sebelumnya, Wenda melalui keterangan tertulis resmi mendeklarasikan Pemerintah Sementara West Papua. Pemerintah Sementara ini dikalim memiliki konstitusi, hukum, dan pemerintahan sendiri sekarang. Maka sepatutnya negara Indonesia angkat kaki.

Ada tiga hal jadi dasar gerakan, seperti Pemerintahan Sementara dibentuk untuk mencapai referendum dan Papua Barat merdeka; Republik Papua Barat masa depan akan menjadi ‘negara hijau’ pertama di dunia; dan kerusuhan selama berbulan-bulan telah memperkuat tuntutan untuk kemerdekaan.

“Kami siap untuk mengambil alih wilayah kami, dan kami tidak akan lagi tunduk pada aturan militer ilegal Jakarta. Mulai hari ini, 1 Desember 2020, kami mulai menerapkan konstitusi kami sendiri dan mengklaim kembali tanah kedaulatan kami,” ujar Wenda di laman resmi ULMWP. (rwo)

Comments

comments