Berita Hoaks Terkait COVID-19 Masih Memprihatinkan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Rony Primanto Hari.

Acuantoday.com, Yogyakarta – Berita bohong atau hoaks yang terkait Covid-19 masih memprihatinkan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meski tergolong minin, namun pengaruh hoax membahayakan.

Seperti info vaksin yang bisa mempengaruhi pendapat dan juga mengalihkan masyarakat dari fakta-fakta yang sebenarnya.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari, setiap harinya Diskominfo melaporkan dan melakukan verifikasi minimal dua isu berita hoax du dunia maya terkait vaksinasi Covid-19 kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Yang melakukan take down adalah kewenangan Kemkominfo, yang jelas kita melaporkan kasus-kasus hoaks Covid-19,” kata Rony, Minggu (31/1/2021).

Rony mengungkapkan informasi hoaks yang beredar di DIY tergolong minim. Namun upaya antisipasi perlu terus dilakukan mengingat persebaran berita di dunia maya tak dibatasi wilayah administrasi.

“Yang banyak lewat Whatsapp karena lebih mudah disebarluaskan dan diedit mengganti-ganti pesan,” ujarnya.

Dikatakan, secara nasional, sejauh ini telah ada sekitar 1.500 berita hoaks yang diverifikasi oleh Kemkominfo. “Itu sejak Covid-19 mulai awal-awal hingga vaksin saat ini,” tambahnya.

Rony menjelaskan, berita hoaks dapat mempengaruhi pendapat masyarakat terhadap vaksin. Juga mengalihkan masyarakat dari fakta-fakta yang sebenarnya. Terlebih, saat ini Pemda DIY tidak memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang melakukan penolakan terhadap vaksinasi. Sehingga kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam program vaksinasi nasional diharapkan dapat tumbuh dengan sendirinya.

“Ini yang kita antisipasi supaya masyarakat tidak punya pendapat yang salah tentang vaksinasi ini,” tuturnya.

Untuk menyukseskan program vaksinasi nasional, Diskominfo terus membuat konten terkait vaksinasi Covid-19 dengan sejumlah narasumber dan influencer untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait vaksin COVID-19. “Sehingga masyarakat akan sadar bahwa vaksinasi memang perlu,” tandasnya.

Hingga saat ini Diskominfo baru menganggarkan dana sekitar Rp 100 juta dalam program tersebut. “Tapi akan coba kita evaluasi setiap bulan apa saja yang harus kita lakukan. Untuk saat ini kami kami membuat konten video karena lebih banyak ditonton masyarakat lebih mudah dan tertarik untuk melihat,” kata Rony. (Chaidir)

Comments

comments