Berlanjut, Kontroversi Anggota DPR Bilang Daya Tarik Wisata NTT Cuma Komodo

Danau Kelimutu/Foto:Ist

Acuantoday.com, Jakarta – Pernyataan anggota komisi V DPR, A Bakri HM, bahwa tidak ada yang istimewa di pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) kecualai komodo, terus menuai “protes.”

Kali ini tanggapan serius darang dari mantan kepala sekretariat Relawan Jokowi, Jay Octa. Ia minta Bakri obyektif melihat kondisi pariwisata di NTT saat ini.

“Sebagai wakil rakyat, dia (Bakri) seharusnya hati – hati mengeluarkan statemen. Karena pernyataannya bisa menyinggung banyak pihak, terutama masyarakat  NTT,” ujar Jay, Minggu malam (31/1).

Bakri melontarkan pernyataan kontroversi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Dirjen Cipta Karya dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) pada Selasa, 26 Januari lalu.

Anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpendapat rencana anggaran untuk Provinsi NTT sangat besar. Karena, menurut dia, tidak ada yang istimewa di NTT kecuali komodo.

Dalam kesempatan itu Bakri juga menyebutkan sederet destinasi pariwisata populer di Povinsi Jambi, daerah pemilihanya, untuk menunjukkan lebih banyak ketimbang NTT.

“Saya diajak teman-teman komisi V kunjungan ke NTT. Tidak ada yang istimewa di sana. Paling yang istimewanya komodo,” katanya.

Penyataan Bakri tak urung memicu  perbincangan sengit di dunia maya. Ia antara lain dianggap tak memahami benar kondisi mutahir pariwisata NTT.

Jay mengingatkan Bakri, berbicara pariwisata NTT bukan hanya soal Taman Nasional Komodo dan Labuhan Bajo. Masih banyak destinasi wisata lain yang punya daya tarik kuat bagi wisatawan.

Dia mengambil contoh Danau Kelimutu yang dikenal sebagai  danau “tiga warna” di Taman Nasional Kelimutu, yang sudah kesohor ke penjuru dunia.

‘Saya curiga dia (Bakri) tidak tahu kalau Nihiwatu Resort, di Desa Nihiwatu, Sumba Barat, pernah  dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia,” ujarnya.

Jay mengaku dirinya tidak mempermasalahkan Bakri membandingkan potensi pariwisata daerah lain, Jambi misalnya, dengan pariwisata NTT.

“Tapi sebaiknya jangan merendahkan pihak lain,” katanya.  (Bram)

Comments

comments