Beroperasi 20 Tahun, Polisi Tangkap Produsen Kosmetik Ilegal di Jakarta Utara 

Ilustrasi-wanita diborgol./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap pelaku yang diduga produsen kosmetik ilegal di Jakarta Utara. 

Pelaku diketahui berinisial R, seorang ibu yang sudah 20 tahun belakangan menjalankan bisnis ilegalnya tersebut. 

“Tersangka terkait kasus memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa izin edar,” kata Dirtipid Narkoba, Brigjen Krisno Halomoan Siregar, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1). 

Krisno menuturkan, praktik bisnis kosmetik ilegal ini terbongkar berkat laporan warga yang membeberkan dugaan adanya produksi kosmetik ilegal atau tanpa izin edar di beberapa lokasi di kawasan Jakarta Utara. Tim lantas bergerak ke sejumlah lokasi yang disebutkan pada Rabu (13/1).

Setidaknya ada dua TKP yang selama ini jadi tempat pembuatan kosmetik ilegal. 

Di sana, tim mendapati bahan baku hingga alat yang dipakai pelaku dalam memproduksi kosmetik ilegal selama dua dekade terakhir.

“Di TKP pertama menemukan BB kosmetik ilegal (tanpa izin edar) dan beberapa produk izin edar dari BPOM RI sudah mati (kedaluarsa),” ungkap Krisno.

Di TKP kedua yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara, kata Krisno, tim menemukan sejumlah barang bukti bahan kimia. 

“Menemukan tempat produksi di sebuah rumah (TKP kedua) serta berhasil menyita bahan-bahan kimia (prekursor) dan alat-alat atau mesin yang diduga digunakan untuk memproduksi kosmetika ilegal,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan awal, Krisno mengungkapkan, keuntungan yang berhasil diraup pelaku mencapai Rp400 juta setiap bulannya. Keuntungan didapat dari penjualan setiap produk kosmetik yang dibanderol dari puluhan ribu rupiah. 

“Omzet per bulan selama masa pandemi kisaran Rp300-400 juta dijual online (e-commerce), harga kosmetik bervariasi antara Rp 50-150 ribu per item,” ungkap Krisno.

Kini, pelaku sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Atas perbuatannya, R dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10-15 tahun. (rwo)

Comments

comments