Bertahan di Pengungsian, 120 Warga Turgo Masih Trauma Erupsi Merapi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Joko Supriyanto. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Sebanyak 120 warga Turgo hingga Jumat (5/2/2021) masih bertahan di barak pengungsian Purwobinangun Pakem, Sleman. Hal itu dikarenakan ancaman bahaya Gunung Merapi saat ini mengarah ke barat daya.

Meski pun tempat tinggal mereka jaraknya masih terbilang aman dengan puncak Gunung Merapi yaitu lebih dari 5 km. Namun mereka trauma dengan erupsi Merapi 2010 yang meluluhlantakan wilayahnya.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto, 120 warga Turgo tersebut mengungsi di barak pengungsian sejak erupsi Gunung Merapi 27 Januari 2021. Hingga saat ini ratusan warga Turgo masih mengungsi. ”Kalau pagi atau siang, beberapa warga ada yang pulang ke rumah tapi nanti terus kembali lagi ke barak,” katanya.

Menurut Joko, warga Turgo ini sebenarnya tidak perlu mengungsi karena jarak dengan puncak Gunung Merapi 6,5 km. Sementara yang direkomendasikan untuk pengungsi yaitu daerah yang jarak dari puncak Merapi 5 km, namun warga ini khawatir sewaktu-waktu terjadi erupsi. Soalnya ancaman bahaya Merapi saat ini ke barat daya yaitu hulu Sungai Boyong dan Krasak.

”Memang untuk kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak disarankan untuk mengungsi. Sedangkan warga selain kelompok rentan yang ingin kembali ke rumahnya dipersilakan, ya tidak dilarang,” ujar Joko.

Meskipun demikian, BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya erupsi Gunung Merapi. Khususnya warga yang berada di barat daya yaitu Turgo, Ngandong dan Dusun Tunggularum. ”Tetap meningkatkan kewaspadaan, kemudian mengikuti anjuran pemerintah,” katanya. (Chaidir)

Comments

comments