Berulang Kali Dihina, Ini Alasan Pigai Tak Laporkan Abu Janda

Natalius Pigai

Acuantoday.com, Jakarta―Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengakui aksi penghinaan terhadap dirinya sudah sering terjadi, termasuk yang dilakukan oleh Permadi Arya alias Abu Janda. 

Bahkan, aksi rasisme terhadap dirinya itu berlangsung sejak 2016-2017 lalu. 

“Kalau bicara tentang ujaran rasisme kepada saya, itu sudah terlalu banyak. Pak Abu Janda bukan baru, tapi jauh sebelumnya rasisme itu dilakukan sejak 2016-17. Kalau dihitung-hitung, udah jutaan kali,” kata Pigai dalam satu acara di stasiun TV swasta kemarin, Jumat (5/2).

Menurut Pigai, hal itu adalah konsekuensi dari perjuangan dirinya membela orang kecil dan lemah. Dikatakan Pigai, alasan dirinya tidak mau melaporkan Abu Janda ke Polisi karena dirinya kasihan dengan anak, istri, dan orang-orang di belakangnya hingga amarah dan kekesalan dirinya kepada Abu Janda dikesampingkan.

“Saya tak menganut asas pemidanaan, saya tak suka mempidanakan orang. Kalau dia dipidana yang sulit bukan dia, tapi anak-istrinya, saudara-saudaranya, apalagi dia tulang punggung keluarga. Jadi, terpikir pun tidak untuk mempidanakan orang,” ucapnya.

Menurut Pigai, dirinya justru tertarik untuk mempelajari apa latar belakang Abu Janda berkata demikian padanya. Termasuk ada siapa di belakangnya, apakah ada bagian dari power sistem yang ikut bermain, walau Abu Janda tidak masuk secara official.

Pigai menganggap apa yang disampaikan Abu Janda adalah pertanyaan, bukan pernyataan hingga bukanlah pemikirannya sendiri. 

Pigai mengatakan itu karena dirinya sudah membaca buku Charles Darwin berjudul “The Origin of Species”, buku Herbert Spencer tentang evolusi sosial dan kebudayaan, serta buku Ketua Partai Demokrat Liberal Rusia, Vladimir Zhirinovsky yang menyatakan dalam bukunya bahwa orang kulit hitam evolusinya belum selesai.

Maka itu, Pigai kemudian bertanya-tanya, sebab tidak mungkin itu bisa keluar dari mulut Abu Janda yang dinilai hanya memiliki referensi terbatas. Sebab itu biasanya keluar dari orang yang punya kemampuan intelijen tinggi.

“Saya jujur ya, pernyataan itu sangat berbahaya. Tetapi saya tak pernah benci, justru dia bertanya. Kalau memang dia bertanya saya tinggal datang ke penelitian molekuler di RSCM, atau ke antropologi ragawi di UGM,” jelasnya.

Walau begitu, dia memahami jika substansi dari apa yang disampaikan Abu Janda ke Pigai adalah rasisme. Tetapi yang pasti dia bersikeras tak akan melaporkannya ke penjara, walau sebenarnya dia tak suka dengan sikap Abu Janda.

“Saya mikir saja enggak (untuk memenjarakan). Saya memimpin, harga diri saya turun kalau saya melaporkan dia,” tutupnya. 

Sebagaimana diketahui, Abu Janda saat ini tengah menjalani proses hukum di Bareskrim Polri karena diduga telah menghina Natalius Pigai dengan ujaran rasis. Meski kini Abu Janda sudah ditangani polisi, pelaporan tersebut bukan dilakukan oleh Pigai, tetapi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). (rht)

Comments

comments