Besok, Delapan Tersangka Kebakaran Kejagung Diperiksa

Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Kebakaran berlangsung selama hampir 11 jam dan baru berhasil dipadamkan pada Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 06.28 WIB./Foto:Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri berencana memeriksa delapan tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan, Selasa (27/10) besok.

Pemeriksaan ini merupakan kali pertama untuk delapan tersangka yang diduga sebagai penyebab insiden terbakarnya gedung Kejagung pada 22 Agustus 2020 lalu. 

“Besok, pukul 10.00 WIB, Rencana 8 tersangka kasus Kebakaran Gedung Kejagung dipanggil dan akan diperiksa,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Perlu diketahui, sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (23/10), kedelapan tersangka tak langsung ditahan. Alasannya, semua tersangka belum bisa ditahan, selama belum adanya pemeriksaan awal. 

“Pemeriksaan besok akan menentukan langkah lanjutan dari penyidik,” ujarnya. 

Dalam kasus ini, tersangka yang ditetapkan berasal dari internal dan eksternal Korps Adhyaksa, mulai dari kuli bangunan, mandor hingga anggota Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di institusi Kejaksaan Agung serta, Direktur Utama PT APM.

Mereka diduga menyebabkan kebakaran karena faktor kelalaiannya, bukan ditengarai kesengajaan, sebagaimana dijerat pasal 188 jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun.

Sangkaan pasal itu berdasar pada hasil penyidikan yang menunjukkan kebakaran dipicu oleh bara api dari puntung rokok yang dibuang oleh sejumlah kuli bangunan ke polybag berisi sampah dan sejumlah material gampang menyulut api.

Dari situlah, asal api menyala, sebelum akhirnya merembet cepat ke seluruh gedung, lantaran terdapat banyak cairan dan material di sekitar lokasi yang gampang terbakar. 

Cairan dimaksud adalah tiner, lem aibon, hingga pembersih lantai merk TOP Cleaner yang ternyata tidak memiliki izin edar alias ilegal dan parahnya mengandung senyawa yang gampang menyulut api.  (rwo)

 

Comments

comments