Mulai Bupati Sleman hingga dr Tirta akan Vaksinasi COVID-19 secara Bersamaan

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.SI (Kopiah) dokter merangkap tokoh medsos, Tirta Mandira Hudhi. (Foto : Chaidir/Acuantoday)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman sudah menerima 10.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari 12.342 dosis yang dialokasikan Kementerian Kesehatan. Vaksin itu kini disimpan di Gudang Farmasi Dinkes Sleman, Rabu (13/1/2021).

Pemberian vaksin Sinovac perdana dilakukan pada Kamis (14/1/2021) di Puskesmas Ngemplak 2, ditandai oleh 10 tokoh publik yang akan divaksin yakni Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.SI.  Kemudian Ketua DPRD Sleman, Dandim Sleman, Kapolres Sleman, Kajari Sleman, wakil dari Kantor Kemenag dan Persatuan Dharma Wanita serta perwakilan dari profesi kesehatan yakni dokter sekaligus tokoh medsos, Tirta Mandira Hudhi, yang beken dengan sebuatan dokter Tirta.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman Atikah Nurhesti mengatakan vaksin yang sudah diterima akan digunakan untuk vaksinasi seluruh tenaga kesehatan di Sleman.

“Kami baru mendapat 10.000 dosis vaksin karena menyesuaikan kapasitas gedung. Kekurangan vaksin akan dikirim oleh Dinkes DIY pada Senin pekan depan,” kata Atikah, Rabu (13/1/2021).

Dinkes Sleman, katanya, sudah mengajukan sebanyak 14.484 sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan kepada Pemerintah Pusat sebagai penerima vaksin. Namun yang disetujui hanya 12.342 orang. Data tersebut terus di-update.

“Setelah kick off, vaksin akan menyasar para SDM kesehatan secara bertahap mulai Senin pekan depan di 52 faskes, terdiri dari 25 puskesmas, 24 rumah sakit dan 3 klinik di Sleman,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo. (Foto : Chaidir/Acuantodfay.com)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, sebelum data penerima vaksinasi dikirimkan ke Kementerian Kesehatan, Dinkes Sleman terlebih dulu melakukan skrining. “Yang kami kirim adalah SDM kesehatan yang tidak ada kontra indikasi vaksin Sinovac,” paparnya.

Vaksinasi tahap pertama ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua pekan dengan melibatkan 58 vaksinator.

Setelah menerima vaksin Covid-19, peserta diminta untuk istirahat sekitar 30 menit. Ini untuk mengetahui ada tidaknya reaksi ikutan. Kemudian, kondisi penerima vaksin tetap akan dimonitor. “Dari uji klinis, efek samping pemberian Sinovac berupa rasa pegal dan demam. Reaksi ini masih normal. Yang tidak kami harapkan adalah reaksi alergi. Masalah ini pun sudah kami antisipasi,” katanya.

Salah satunya adalah influencer dokter Tirta Mandira Hudhi dilibatkan dalam vaksinasi perdana. “Kami berharap dengan menggandeng para tokoh tersebut (untuk vaksinasi), bisa meyakinkan masyarakat,” kata Joko.

Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan di fasilitas kesehatan. Bukan di rumah dinas atau tempat lainnya. Dinkes menyiapkan Puskesmas Ngemplak 2 saat kick off. “Puskesmas ini baru selesai direnovasi dengan konsep bangunan kekinian. Mumpung belum digunakan untuk pelayanan umum kami gunakan saat kick off nanti,” ujarnya.

Setelah ditandai dengan launching, vaksinasi akan dilanjutkan terhadap tenaga sumber daya kesehatan. Ada 14.484 tenaga kesehatan yang diusulkan ke Kemenkes. Mereka yang akan menerima vaksinasi tinggal menunggu validasi dari pusat. Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di 52 fasilitas kesehatan terdiri dari 25 puskesmas, 24 rumah sakit, dan tiga klinik masing-masing klinik Kodim, Polres, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. (Chaidir)

Comments

comments