Besok, Terdakwa Kasus Korupsi Jiwasraya Hadapi Vonis Pengadilan

Logo Jiwasraya terpampang pada sebuah gedung di Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta- Empat terdakwa korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS) akan menghadapi sidang putusan vonis pada Senin (12/10/2020) besok di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Empat terdakwa tersebut terdiri dari Mantan Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim, Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS, Syahmirwan, Mantan Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo, dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

“Betul, sidang putusannya besok,” jawab Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyo, saat dikonfirmasi perihal sidang vonis para terdakwa kasus korupsi Jiwasraya, Minggu (11/10).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membuktikan keempat terdakwa melakukan korupsi di perusahaan pelat merah tersebut hingga membuat negara mengalami kerugian sekira Rp16,8 triliun.

Tuntutan jaksa yang mencatut jumlah kerugian negara atas korupsi ini berdasar laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara atas pengelolaan keuangan dan dana investasi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pada periode tahun 2008 sampai 2018.

Pada sidang tuntutan 23 September lalu, JPU menuntut keempat terdakwa dengan hukuman berbeda. Hukuman terparah menjerat Mantan Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo, yang dituntut pidana penjara seumur hidup. Jaksa menilai, yang bersangkutan melakukan korupsi secara terstruktur, sistematis dan masif, yang berdampak pada kesulitan finansial bagi nasabah.

Hukuman kurung badan seumur hidup, juga berlaku bagi Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto. Sedangkan, Mantan Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim, dituntut 20 tahun penjara serta Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS, dituntut 18 tahun penjara.

Untuk diketahui, sidang ini sedianya digelar di tengah ‘lockdown’ PN Jakpus hingga 16 Oktober, karena didapati puluhan pegawai terkonfirmasi reaktif COVID-19 pada 7 Oktober. Kendati begitu, Bambang, menegaskan sidang putusan kasus Jiwasraya tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan mengikuti protokol kesehatan ketat.(rwo)

Comments

comments