Biden: AS Dukung Rencana Global Perangi COVID-19

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk melawan pandemi penyakit virus corona (COVID-19), sementara Wakil Presiden Kamala Harris berdiri mendengarkan penjelasan Biden di Gedung Putih di Washington, AS, Kamis (21/1). Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Acuantoday.com, New York – Amerika Serikat (AS) akan mendukung rencana global untuk memerangi COVID-19. Selain itu AS juga akan memberikan vaksin ke negara-negara miskin sebagai bagian dari strategi nasional.

Demikian pernyataan Presiden Joe Biden, Kamis (21/1) waktu setempat.

Rencana itu termasuk dengan mendorong Kongres AS menyetujui lebih banyak pendanaan bagi upaya internasional dalam memerangi COVID-19.

Keterlibatan kembali AS di tingkat global menjadi salah satu prioritas Biden sejak ia menjabat sebagai presiden pada Rabu (20/1).

Salah satu tindakan pertamanya adalah membatalkan rencana mantan Presiden Donald Trump untuk menarik AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di bawah strategi COVID-19 AS, Biden akan mengarahkan menteri luar negeri serta menteri kesehatan dan layanan kemanusiaan agar memberi tahu WHO dan aliansi vaksin GAVI tentang niat Washington untuk mendukung Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator dan bergabung dengan Fasilitas COVAX.

Wakil Presiden Kamala Harris telah berbicara dengan Direktur Jenderal WHO,Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis tentang rencana Washington.

Program ACT-Accelerator beserta fasilitas COVAX adalah rencana global untuk mengatasi pandemi, yang bertujuan untuk memberikan dua miliar dosis vaksin virus corona pada akhir tahun 2021, 245 juta perawatan, dan 500 juta tes. Gelombang vaksin pertama diharapkan sudah dapat dikirim ke negara-negara miskin pada Februari.

Pada Desember, Kongres AS mengalokasikan empat miliar dolar AS atau sekitar Rp56 triliun bagi tanggapan global terhadap pandemi, termasuk pengadaan dan pengiriman vaksin. Tapi, calon Biden untuk menteri luar negeri, Antony Blinken, memperingatkan bahwa “sumber daya tambahan mungkin dibutuhkan.”

Sejauh ini ACT-Accelerator telah menerima enam miliar dolar AS atau Rp84 triliun dan janji AS sebesar empat miliar dolar atau Rp56 triliun, tetapi masih membutuhkan 23 miliar dolar AS atau Rp322 triliun lagi.

Blinken mengatakan AS memiliki kepentingan nasional untuk memastikan bahwa vaksin didistribusikan secara efektif dan cepat secara global.

“Kami melihat potensi krisis utang di antara negara-negara berkembang. Kami melihat krisis kesehatan masyarakat di beberapa negara karena COVID telah mempersulit penyediaan layanan kesehatan lainnya,” katanya.

Trump telah memotong dana ke WHO tahun lalu dan mengumumkan mundur dari badan tersebut karena menuduh WHO sebagai boneka China. WHO membantah tuduhan Trump itu. (Bagas/Antara)

Comments

comments