Biden Batalkan Beberapa Kebijakan Trump

Joe Biden (kiri) saat dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat di Front Barat Capitol AS di Washington, Amerika Serikat, Rabu (20/1)/Foto: Reutres/Kevin Lamarque

Acuantoday.com, Washington -Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden,  menandatangani 15 tindakan eksekutif yang menangani pandemi Virus Corona, perubahan iklim dan ketidaksetaraan rasial.

Joe Biden juga membatalkan beberapa kebijakan yang diambil oleh pendahulunya Donald Trump.

Tindakan tersebut, memenuhi janji Joe Biden untuk bergerak cepat pada hari pertama masa kepresidenannya, memulai proses Amerika Serikat bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris dan termasuk pencabutan izin presiden yang diberikan untuk pipa minyak Keystone XL yang kontroversial.

Langkah-langkah yang diambil Biden akan mengakhiri larangan perjalanan yang diberlakukan Trump di beberapa negara mayoritas muslim.

Biden juga menyerukan kepada pemerintahannya untuk memperkuat program DACA bagi para imigran yang dibawa ke Amerika Serikat sebagai anak-anak.

Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) adalah kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang mengizinkan imigran gelap yang dibawa ke negara tersebut saat masih anak-anak untuk mendapatkan periode penundaan deportasi selama dua tahun serta bisa memperoleh izin kerja di AS.

Presiden baru juga memerintahkan penggunaan masker dan penerapan jarak sosial di semua gedung federal dan di semua area federal.

Biden mengakhiri deklarasi darurat nasional yang menjadi dasar untuk mengalihkan sejumlah dana federal untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Sebelumnya,  setelah mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS), Biden tiba dengan selamat di Gedung Putih yang dijaga oleh lebih dari 25.000 tentara.

Tindakan pencegahan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu memastikan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris aman dari insiden dalam sebuah upacara pelantikan di luar gedung Kongres AS, Capitol, Rabu waktu setempat.

Dua minggu yang lalu massa pro Donald Trumop menyerang gedung Capitol untuk mencegah Kongres menyatakan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris. Namun upaya tersebut berujung pada kegagalan  (Bram/Antara/Reuters)

 

Comments

comments