Bikin Hoaks Anggota DPR dari PKS Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Civitas akademika UI melaporkan dugaan laku penyebaran kabar bohong oleh politisi PKS. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Dinilai membuat berita bohong alias hoaks, Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) melaporkan alumninya sendiri yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi artai keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (21/9/2020).

Alumni Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP) itu dilaporkan oleh tiga dosen UI dan beberapa mahasiswa yang terlihat ikut melapor. Salah satunya Reni Suwarso yang menyebut tuduhan Al Muzammil yang menyatakan adanya praktik seks bebas legal di bekas kampusnya itu sebagai suatu fitnah. Sehingga nama baik kampus UI jadi rusak.

“Tuduhan keji dari pak Muzzammil ini menyakiti kami semua sebagai dosen, sebagai mahasiswa, alumni. Martabat harga diri kita sebagai seorang dosen yang mengajar itu terkoyak, dirampok. Kami ini gak punya harga diri lagi ketemu orang tua mahasiswa, ketika dituduh mengajarkan seks bebas,” sesal Reni usaio melaporkan.

Perselisihan ini bermula dari unggahan video Al Muzzammil dalam akun Instgramnya pada 13 September kemarin. Bisa dilihat, muatan materi videonya berlandaskan unggahan Youtube dari Direktorat Kemahasiswaan UI dengan tajuk “E-Class, Cegah Tindak Kekerasan Seksual”.

Ia mempertentangkan adanya materi yang menyebut seks dengan persetujuan antara mahasiswa/i adalah seks yang dianggap tanpa kekerasan atau consensual sex berdasarkan konsep Barat, sehingga praktiks seks itu dianggap sehat.

“Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan dan diajarkan kepada mahasiswa kita dimanapun berada di Indonesia,” ucapnya dalam akun @almuzzammil.yusuf.

Ia berpendapat ajaran seperti itu berseberangan dengan undang-undang dan norma agama yang berlaku.

“Pasal 31 ayat 3. Substansi pendidikan itu untuk apa? Pendidikan keimanan ketaqwaan akhlak mulia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Nilai keagaamaan dan kultural kita jauh dari free sex seperti di Barat,” tutur Yusuf.

Omongan Yusuf demikian yang dianggap sebagai hal tidak benar. Kuasa hukum UI Soni Nainggolan menjelaskan pihaknya bakal menjerat dengan dugaan UU ITE pasal 27 ayat 3 dan pasal 45 ayat 3 tentang penyebaran berita bohong.

“Kami lapis dengan pasal 14 UU No. 1 1946 tentang perbuatan pidana yang menimbulkan kegaduhan dan keonaran, karena omongan ini bikin ribut di internal dan eksternal UI,” jelas Soni.(rwo/har)

Comments

comments