BKPM Dorong Pemerataan Investasi di Luar Jawa

Pekerja tengah melakukan pekerjaan flyover./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa, sebagai bagian dari upaya mewujudkan investasi berkualitas.

Upaya tersebut mulai terlihat dari penyebaran realisasi investasi luar Jawa pada periode triwulan ketiga 2020 yang lebih besar dibandingkan Jawa.

Lebih besarnya porsi realisasi investasi di luar Jawa dibanding Jawa kali ini merupakan pertama kali sejak data realisasi investasi triwulan IV tahun 2016 lalu.

Ke depan, diharapkan ada pemerataan investasi di luar Jawa dapat terus terwujud.

“Yang perlu dicatat, investasi yang ditangani oleh BKPM di sektor riil saja, tidak termasuk sektor migas (minyak dan gas) dan keuangan,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/10).

BKPM mencatat realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp110,4 triliun (52,8 persen) naik 17,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Sedangkan realisasi investasi di Jawa sebesar Rp98,6 triliun (47,2 persen), turun sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Imam mengatakan salah satu faktor pendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa yaitu infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku.

“Saat ini luar Jawa semakin memiliki daya tarik bagi investor, di antaranya karena infrastruktur yang sudah dibangun di periode pertama Pemerintahan Presiden Jokowi,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, terus melakukan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, sehingga siap untuk dijadikan lokasi investasi bagi para investor.
Imam juga menjelaskan strategi pemerintah dalam menarik investor untuk melakukan kegiatan usahanya di luar Jawa.

Salah satunya dengan perlakuan khusus, yaitu berupa pemberian insentif fiskal yang lebih besar dibandingkan jika investor melakukan usahanya di Jawa. (adi)

Comments

comments