Boyamin Mengaku Disogok

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. /Foto : Antara

Acuantoday.om, Jakarta- Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku disogok terkait kasus suap terpidana hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Namun, ia enggan mengungkap identitas pemberi suap kepada dirinya agar menarik laporan yang pernah ia buat. Sebelumnya Boyamin menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sejumlah bukti terkait kasus pengurusan permohonan fatwa Mahkamah Agung (MA) kepada Djoko Tjandra yang ia laporkan ke KPK pada Jumat (18/9/2020).

Bonyamin mengaku ia mendapatkan uang suap senilai 100 ribu dollar Singapura itu dan akan menyerahkan uang tersebut kepada KPK.

“Saya berkehendak menyerahkan kepada KPK untuk diperlakukan sebagai gratifikasi yang kemudian uang tersebut diserahkan kepada negara,” ujar Boyamin melalui keterangan tertulis, Minggu (4/10).

Pemberian uang sogok kepada itu, diduga kuat terkait perkara yang sedang membelit Djoko Tjandra. Dalam kasus ini, jaksa menyebut terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali ini menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam kapasitasnya mengurusi permohonan fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan uang sebesar 500 ribu dollar AS, agar yang bersangkutan bisa bebas dari jeratan hukum 2 tahun penjara.

Boyamin menuturkan awal pemberian sogokan ini muncul ketika ada beberapa orang yang menghampirinya dengan membawa sejumlah Sing$100 ribu pada 21 September. Ketika itu, ia mengaku menolak, akan tetapi, mereka justru menaruh uang tersebut ke dalam tas Boyamin.

Boyamin pun lantas berharap KPK bisa menerima uang tersebut dan mempergunakannya sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Saya memahamkan diri menjalankan tugas membantu negara dalam bentuk peran serta masyarakat memberantas korupsi sehingga merasa tidak berhak untuk menerima uang tersebut,” pungkasnya.

Bonyamin sendiri menjadi salah satu pihak yang gencar membongkar praktik suap Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki. Sebagaimana laporannya ke KPK pada 11 September, ia menyebut ada aktor lain di luar pihak yang sudah ditetapkan tersangka dan terdakwa dalam kasus suap ini.

“KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut Pinangki Sirna Malasari (Terdakwa), Anita Dewi Kolopaking (Tersangka) dan Tjoko Tjandra (Tersangka) dalam rencana pengurusan fatwa yaitu, T, DK, BR, HA dan SHD.” Beber Bonyamin.(rwo/har)

Comments

comments