BPPTKG Imbau Masyarakat Antisipasi Gangguan Abu Vulkanik

Kepala BPPTKG Yogyakarta Dr Hanik Humaida.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik, akibat awan panas Gunung Merapi sehingga terjadi hujan abu di beberapa lokasi.

Demikian dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Dr Hanik Humaida dalam pernyataannya terkait aktivitas vulkanik Merapi yang meningkat, Rabu (27/1/2021).

“Akibat awan panas ini, dilaporkan terjadi hujan abu intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dan Boyolali kota. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” kata Hanik.

Dijelaskan, aktivitas Merapi mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan banyaknya awan panas yang diluncurkan dari puncak sejak Selasa (26/1/2021) malam hingga Rabu (26/1/2021) siang. Pada periode Rabu (26/1/2021) pukul 06.00-12.00 WIB tercatat ada 22 kali awan panas yang disertai dengan hujan abu tipis untuk wilayah tertentu.

Dikatakan, pada Rabu pagi hingga siang terpantau awan panas terjadi 22 kali. Selain itu guguran lava teramati sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter mengarah ke barat daya.

“Awan panas 22 kali, amplitudo maks 60 mm, durasi 197 detik, estimasi jarak maksimum 1600 meter ke arah barat daya, hulu Krasak dan Boyong, tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari Barat ke timur rata puncak,” kata Hanik.

Terpisah, Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatskan, adanya Gunung Merapi dengan aktivitas vulkanik yang tinggi membuat warga Padukuhan Turgo, Kelurahan Purwobinangun, Kapanewon (Kecamatan) Pakem, turun guna mencari perlindungan.

“Sebagian warga Turgo bergeser ke SD Sanjaya Tritis dan lapangan Tritis,” kata Joko, Rabu (27/1/2021). (Chaidir)

Comments

comments