Bukan hanya Gaya Hidup tak Sehat, Obat-obatan pun Dapat Picu Kolesterol Tinggi

Ilustrasi kolesterol tinggi--sumber foto heart.org

Acuantoday.com— Bukan hanya gaya hidup tak sehat, obat-obatan tertentu ternyata juga bisa mempengaruhi peningkatan kadar koleterol seseorang. Sebut saja Pil KB, obat diuretic dan beberapa jenis obat antidepresi. Jadi hati-hatilah.

Hiperlipidemia atau kondisi kolesterol tinggi, demikian dikutip dari alodokter, terkadang  tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan bisa berujung kematian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai kondisi ini.

Hiperlipidemia ditandai dengan tingginya kadar kolesterol atau trigliserida. Keduanya merupakan lemak utama dalam darah. Kolesterol diproduksi secara alami di organ hati dan dapat diperoleh dari makanan berlemak, seperti telur, daging merah, dan keju, sedangkan trigliserida berasal dari kalori ekstra yang disimpan oleh tubuh.

Ada bebererapa factor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperlipidemia, di antaranya; Gaya hidup tidak sehat. Misalnya, obesitas, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, kebiasaan merokok, terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol, dan malas berolahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik.

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu pun dapat memicu peningkatan kadar kolesterol. Seperti Pil KB, obat diuretic dan beberapa jenis obat antidepresi. Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memicu naiknya kolesterol.

Tingkat kolesterol abnormal bisa ditemukan pada ibu hamil dan orang yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal, kelainan tiroid, dan sindrom ovarium polikistik.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah factor keturunan. Untuk diketahui, hiperlipidemia juga bisa bersifat genetik atau keturunan. Umumnya, orang dengan kondisi hiperlipidemia turunan memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi sejak usia remaja. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dini dan serangan jantung.

Gejalanya bisa dirasakan dalam beberapa tahun, seperti nyeri dada, serangan jantung ringan, kram di betis saat berjalan, luka pada jari kaki yang tidak kunjung sembuh, dan gejala stroke.***cit

 

Comments

comments