Bukan Masker Rujukan, Tinggalkan Scuba dan Buff

Scuba yang banyak dijajakan pedagang kaki lima (PKL). Satgas Penangan COVID-19 tidak menganjurkan scuba digunkan sebagai masker pelindung virus cirina atau COVID-19

Agar Aman COVID Gunakan Masker  Tiga Lapis

Pemakaian masker secara benar menjadi salah satu cara efektif mencegah penularan Virus SARS-CoV-2 atau COVID-19.

Atas dasar itu pula, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat naik kereta terutama melarang penggunaan masker scuba dan buff.

Larangan dari PT KCI itu sekaligus mendorong upaya pemerintah dalam sosialisasi pemakaian masker yang benar kepada publik.

Lalu bagaimana dengan pemakaian scuba sebagai masker COVID-19 yang banyak digunakan orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan masker scuba atau buff memiliki bahan yang terlalu tipis.

Oleh karenanya, penggunaan masker scuba atau buff bagi masyarakat sangat rentan terpapar virus corona. Pemakaian keduanya juga beresiko sangat besar terhadap penyebaran covid-19 karena pemakaiannya yang berulang-ulang.

Juru Bicara Satuan Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki 3 lapisan kain.

Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti katun, kemudian dilapisi oleh kain yang bisa mendukung viltrasi lebih optimal. Untuk lapisan kedua ini bisa juga menggunakan katun atau polyester.

Lapisan ketiga atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan hidrofobik atau bersifat anti air seperti terbuat dari polypropylene.

Dengan demikian dr. Reisa Broto Asmoro menekankan agar semua pihak wajib memakai masker selama masa pandemi COVID-19 dengan hanya menggunakan 3 jenis masker, yaitu masker kain, masker bedah, dan masker N95.

Masker kain dapat dipakai maksimal hanya 4 jam dan harus ganti dengan masker baru dan bersih. Apabila masker yang dipakai basah atau lembab harus segera diganti. Masyarakat disarankan membawa beberapa masker untuk beraktivitas, penggunaan maskerpun harus tepat seperti menutup hidung dan mulut.

Cara melepas masker cukup dengan menarik bagian tali dan langsung disimpak ke kentong kertas atau plastik tertutup guna mencegah penyebaran virus ke barang di sekitarnya.

Pada awal Juni, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menganjurkan masyarakatnya memakai masker non medis dalam situasi dan keadaan tertentu terutama saat COVID-19. Hal tersebut merupakan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Dalam konteks pandemi COVID-19 WHO menganjurkan semua orang menggunakan masker dan tetap harus menghindari kerumunan, jaga jarak fisik minimal 1 meter dengan orang lain terutama dengan mereka yang mengalami gejala batuk, flu, bersin, dan lain-lain.

Namun, kembali lagi penggunaan masker yang benar dan memenuhi standar WHO harus diperhatikan masyarakat sebab Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 tidak dapat dilihat dan tidak bisa diketahui siapa yang membawa virus tersebut.(har)

Comments

comments