Buntut Demo ASN dan Tenaga Kontrak Damkar, Ini Curhat Kalak BPBD Aceh Selatan

Petugas Damkar Aceh Selatan berdemo ke Kantor Bupati Aceh Selatan, Jum,at 16/4/2021

Acuantoday.com, Aceh Selatan— Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma mengaku kecewa dengan sikap sebagian personil Pemadam Kebakaran Aceh Selatan juga para tenaga kontrak yang berdemo ke kantor Bupati. Pihaknya merasa sudah bekerja keras namun masih saja dinilai negatif.

“Saya  siap diganti kapan saja oleh pimpinan daerah selaku pemegang kewenangan mutlak. Tidak perlu repot-repot harus di demo segala macam, jika hari ini turun perintah berhenti dari atasan maka hari ini juga saya berhenti,” tegas Cut Syazalisma kepada Acuantoday, Sabtu (17/4/2021).

“Saya benahi internal demi meningkatkan kualitas pelayanan, saya korbankan waktu, pikiran, keluarga siang malam tapi tetap tidak pernah di anggap. Tetap dinilai negative,” tambah Cut Syazalisma yang mengaku rasa jenuh, lelah dan kecewanya sudah mencapai ubun-ubun.

Kalak BPBD Cut Syazalisma menegaskan, dirinya tidak berorientasi mempertahankan jabatan. Prinsipnya sangat jelas yakni berbuat terbaik untuk daerah dan masyarakat Aceh Selatan. Karenanya, jika upaya dalam mewujudkan pelayanan berkualitas dipandang salah maka dia siap diganti.

Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut berawal dari sikap membangkang beberapa oknum petugas Damkar yang merasa memiliki pengaruh dan sok berkuasa. Mereka menggalang perlawanan pasca dirinya menerapkan sanksi pembinaan terhadap 2 orang petugas.

“Terhadap petugas-petugas yang tidak mengindahkan perintah atasan memang sering saya berikan sanksi pembinaan. Terakhir ada 2 orang petugas yang saya pindahkan dari Pos Damkar 01 Tapaktuan ke Pos Damkar Sawang dan Meukek untuk memperkuat personel di sana,” jelasnya.

Ternyata semalam mereka melakukan penggalangan dukungan terkait rencana digelar unjuk rasa tersebut,” bebernya

Cut Syazalisma juga membantah tuduhan bahwa dirinya memotong dan menyalahgunakan anggaran honor gaji dan uang lelah petugas Damkar. Honor gaji tersebut selalu rutin disalurkan secara penuh.

Sedangkan terkait uang lelah, menurutnya, sekarang ini sudah beda akun dalam proses pencairannya. Proses pencairan anggaran melalui system SIPD tidak bisa dilakukan semaunya pihak tertentu, melainkan harus disesuaikan. Apalagi SIPD sekarang ini sudah digandeng dengan SIMDA.

“Dalam system namanya uang lembur, sedangkan yang harus disalurkan adalah uang jerih payah atau jasa pelayanan. Jadi harus disesuaikan namanya dalam akun SIPD dan SIMDA.,” paparnya.

Jadi tegasnya, jika karena hal-hal ini, kemudian dirinya dituduh macam-macam maka itu berarti fitnah. “Bagaimana caranya saya menyalurkan, sementara uangnya saja belum bisa ditarik,” tandasnya.

Sedangkan terkait janji akan memberikan hadiah kepada pemenang lomba saat acara HUT Damkar, Cut Syazalisma mengatakan bahwa janji tersebut adalah janji pribadi dia. Artinya, jika dirinya sudah memiliki uang (pribadi) janji itu akan diwujudkannya.

Comments

comments