Buntut Penangkapan Edhy Prabowo, Wacana “Reshuffle” Mencuat

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta–Pasca ditangkapnya Edhy Prabowo, eks Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kasus ekspor benur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wacana reshuffle mengemuka.

“Langkah Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya bisa dilakukan dalam waktu dekat,” kata pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing kepada Acuantoday.com, Sabtu (28/11).

Menurut Emrus, langkah reshuffle bisa dilakukan kepada satu kursi menteri atau bisa beberapa kursi Menteri. 

Kasus yang menjerat Edhy, dalam pandangannya, bisa sebagai pintu masuk untuk reshuffle, tetapi bukan hal utama.

“Karena utama bagi Presiden melakukan reshuffle adalah kinerja dari pada kementerian itu,” kata Emrus. 

Ia berpandangan saat ini yang menjadi sorotan Presiden adalah kinerja para menteri dalam memulihkan ekonomi karena dampak pandemi.

“Baru kemudian ditambah dengan penangkapan KPK terhadap Menteri KKP. Jadi itu merupakan satu kesatuan yang utuh untuk bahan bagi Presiden melakukan reshuffle tersebut,” sambungnya.

Bagi Emrus, langkah reshuffle jika benar-benar dilakukan oleh Presiden, kemungkinan besar akan terjadi pada Januari 2021, karena keterpurukan ekonomi yang dihantam pandemi Covid-19 sangat berpengaruh saat ini.

“Kenapa saya berpendapat demikian, kita melihat persoalan perekonomian kita sekarang lesu,” ucapnya.

Buat Emrus, jika langkah reshuffle itu dilakukan Presiden, menteri-menteri baru yang menggantikan harus memiliki target tersendiri, terutama dalam mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi. (rht)

Comments

comments