Buron Dua Tahun, Kejagung Tangkap Eks Presenter Dalton Ichiro

Kejagung berhasil menangkap Dalton Ichiro, setelah menjadi buron 2 tahun di Jakarta Selatan./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Terpidana penipuan dan penggelapan investasi media massa, Dalton Ichiro, berhasil ditangkap tim intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung), setelah menjadi buron sejak 2018.

Dalton tak berkutik ketika diringkus di tempat pelariannya di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/10) dini hari.

“Tim berhasil menangkap DPO Dalton di tempat tinggalnya di apartemen di daerah Permata Hijau sekitar 00.40 WIB,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono di Kejagung, Rabu.

Hari menerangkan, Dalton menggunakan pengetahuannya sebagai pelaku media massa untuk menipu kliennya. Pria paruh baya itu sempat dikenal sebagai salah satu pembaca berita di Metro TV.

Kepada penyidik, pelaku mengaku merayu korban untuk menginvestasikan uangnya sebesar 1 juta dolar AS di perusahaan miliknya, PT Melia Media Internasional. Korporasi itu sendiri bergerak di bidang pembuatan program televisi.

Dalton disebut Hari, berelasi dengan seorang bernama Harjani Prem Ramchand selaku pemilik PT Vaces Prabu Investments pada 2014. Modus penipuan demi korban mau berinvestasi di perusahaannya ialah dengan cara mengiming-imingi keuntungan 25 persen dalam waktu singkat.

Harjani pun menanamkan modal 1 juta dolar AS untuk Dalton dengan setoran awal sebanyak 25 persen.

Namun, lanjut Hari, saat Harjani hendak mengetahui profil dan capaian perusahaan, Dalton mensyaratkan korbannya mesti menyetor uang investasi sebesar 250 ribu dolar AS.

Korban pun terpedaya dan menyetujuinya. “Namun apa yang dijanjikan oleh terpidana ternyata tidak benar, perusahaan itu ternyata tidak untung melainkan mengalami kerugian cukup besar,” ujar Hari.

Korban pun merasa tertipu dan lantas melaporkan perkara itu hingga sampai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2014.

Hasil persidangan menyatakan Dalton bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun enam bulan. Akan tetapi, jerat hukum yang menimpanya seketika berubah seusai ia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan dinyatakan tak bersalah oleh hakim.

“Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhi putusan yang melepaskan terdakwa dari tuntutan pidana atau lepas dari segala tuntutan,” ujar Hari.

Jaksa dalam perkara itu kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Alhasil, upaya hukum itu berhasil dan kembali menjerat Dalton sebagai terpidana kasus penipuan dengan hukuman tiga tahun penjara pada Oktober 2018.

Namun, sambung Hari, usai putusan MA itu, keberadaan Dalton tak diketahui hingga akhirnya dinyatakan sebagai buron. (rwo)

Comments

comments