Buron Dua Tahun, Mafia Tanah Jakarta Dicokok Polisi

Ilustrasi-Pelaku kriminal./Foto: Istimewa

Acuantoday.co, Jakarta―Buron selama dua tahun, Benny Simon Tabalujan, Direktur Utama PT Salve Veritate, tersangka kasus dugaan pemalsuan akta otentik tanah, berhasil ditangkap polisi.

Polda Metro Jaya hilang jejak Benny sejak tahun 2018, dan kemudian menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama yang bersangkutan.

Selain DPO, pihak kepolisian juga berupaya memburu Benny yang ditengarai kabur ke luar Indonesia dengan menerbitkan red notice untuk diberikan kepada Interpol.

“Kami sudah menerbitkan status DPO bagi Benny dan sedang pengurusan red notice melalui Interpol untuk membawa Benny dari Australia,” kata Kanit V Subdit 2 Harta Benda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Ipik Gandamanah dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Ipik menyampaikan, penetapan Benny sebagai tersangka bermula dari laporan polisi yang diterima pada 2018 lalu.

Kasus ini berawal dari perkara sengketa tanah seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT 09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur, yang melibatkan antara pelapor Abdul Halim dan tersangka Benny.

Saat akan dilakukan proses penerbitan, Ipik menerangkan, sertifikat tanah di kantor Dinas Pertanahan Jakarta Timur, ternyata telah terbit 38 SHGB atas nama perusahaan milik tersangka, PT Salve Veritate.

Untuk memuluskan aksi penipuannya, Benny dikatakan dibantu oleh dua temannya, yakni Achmad Djufri dan Mardani selaku eksekutor.

Tak hanya itu, tersangka juga meminta bantuan oknum petugas juru ukur di kantor BPN Jakarta Timur, Paryoto, untuk melakukan manipulasi data ukuran tanah.

“Modus operandinya sama, yang berbeda hanya bendera nama perusahaan yang melakukan aksi manipulasinya,” tutur Ipik. (rwo)

Comments

comments