Buron Korupsi Alkes Diringkus

Ilustrasi- Alat kesehatan (Alkes) untuk pengadaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Kabupaten Karo, Medan, Terpidana Parlaungan Hutagalung merupakan buron kasus korupsi pengadaan Alkes dalam kasus wan prestasi tak kunjung melunasi uang ganti rugi proyek Alkes.

Acuantoday.com, Jakarta- Setelah buron selama 4 tahun, Tim gabungan Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung berhasil meringkus Parlaungan Hutagalung, terpidana kasus korupsi alat kesehatan

Pria 67 tahun itu tak berkutik saat petugas menangkap dirinya di tempat pelariannya di Komplek Padang Hijau Blok F/52, Kawasan Diski, Kota Medan sekira pukul 6 petang, Sabtu (19/9/2020) kemarin.

Awal mula kasus korupsi ini terjadi pada medio 2009 lalu. Saat itu, ia terlibat dalam pengadaan alkes Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Kabupaten Karo, Medan.

Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian hingga Rp550 juta.

“Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor: 2410K/Pid.Sus/2015 tanggal 16 Juni 2016, Terdakwa Parlaungan Hutagalung dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Acuantoday.com, Minggu malam (20/9/2020).

Ia pun dijatuhi pidana penjara empat tahun enam bulan dan denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan pidana kurungan. Tak hanya itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp519.092.522 dengan ketentuan dibayar paling lama satu bulan, setelah ada putusan kekuatan hukum tetap.

Namun, terpidana tak kunjung melunasi uang ganti rugi. Pihak Kejaksaan setempat kemudian melakukan pemanggilan berkala untuk diproses hukum, mengingat aturan yang berlaku masa hukuman penjara bisa ditambah dua tahun, ketika terpidana tak mampu bayar ganti rugi sesuai jatuh tempo. Tapi, yang bersangkutan tak juga menampakkan batang hidungnya di persidangan.

Kelak diketahui, Parlaungan melarikan diri pada tahun 2016 dan di saat itu pula ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Karo.

“Terpidana berhasil ditangkap untuk selanjutnya dieksekusi ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan,” kata Hari.

Hari menambahkan, penangkapan buron korupsi ini menjadi tangkapan yang ke-76 sepanjang tahun 2020.(rwo/har)

Comments

comments