Buru Tersangka Lain, KPK Panggil Ipar Nurhadi

Acuantoday.com, Jakarta―Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memanggil dua  ipar Nurhadi dalam kasus dugaan suap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu. Selain Nurhadi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, ada Rezky Herbiono, menantunya, untuk kasus yang sama.

Dua orang yang dipanggil penyidik KPK Senin, (5/10) ini, adalah Rahmat Santoso dan Subhannur Rachman. Mereka akan dimintai keterangan untuk tersangka lain, yang menjadi rekanan Nurhadi dalam mengurusi kasus korupsi penanganan sengketa antarperusahaan di MA ini.  

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS (Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).

Ali menjabarkan, Rahmat diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pengacara pada kantor hukum (Rahmat Santoso & Partners). Sementara itu, Subhannur akan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai advokat dan karyawan swasta. 

Keduanya pernah beberapa kali dipanggil komisi antirasuah untuk diperiksa sebagai saksi. Misal pada 4 September lalu, penyidik saat itu menelusuri aliran uang yang didapati penyidik saat memeriksa Rahmat. 

Tak hanya itu, penyidik juga sempat menggeledah kantor Rahmat Santoso & Parters pada 25 Februari dan tempat tinggal Subhan di Surabaya pada keesokan harinya. Mereka diperiksa dalam rangka pencarian Nurhadi yang saat itu berstatus buron.  

KPK sendiri berhasil menangkap Nurhadi dan menantunya pada 1 Juni lalu dan langsung menetapkan keduanya sebagai tersangka. 

Sementara itu, penyidik menetapkan satu tersangka lain atas nama Hiendra Soenjoto selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), yang diduga memberi suap kepada Nurhadi untuk mengalahkan lawan sengketanya. Hiendra sendiri kini masih berstatus buron.

Awal kasus korupsi ini terkait pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada medio 2011. Nurhadi melalui menantunya diduga telah menerima janji dalam bentuk sembilan lembar cek dari PT MIT serta suap/gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Tak hanya itu, KPK menduga Nurhadi telah menerima suap untuk mengurusi sengketa saham di PT MIT dan gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan. (rwo)

Comments

comments