Buruh Tembakau Tuntut Pembantalan Rencana Kenaikan Cukai Rokok

Ilustrasi-rokok linting./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Para pekerja rokok tembakau menolak rencana pemerintah yang akan menaikan tarif cukai hasil tembakau pada 2021 mendatang.

Kebijakan itu, menurut para kerja akan berdampak langsung kepada pekerja industri hasil tembakau.

“Kami memohon kepada pemerintah agar membatalkan rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan Harga Jual Eceran (HJE) pada tahun 2021,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Sudarto dalam pernyataan di Jakarta, Senin (26/10).

Di tengah pandemi yang masih terjadi, pemerintah dikabarkan akan menaikkan tarif CHT hingga dua digit. Pemerintah dikabarkan akan menaikkan tarif CHT di kisaran 13-20 persen.

Namun, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada awal pekan lalu, menyatakan masih menghitung besaran kenaikan tarif. Pada 2020, pemerintah telah menaikkan tarif CHT sebesar 23 persen.

“Kenaikan cukai tahun 2020 yang mencekik ditambah dengan mewabahnya pandemi Covid-19, telah membuat kondisi industri hasil tembakau semakin tertekan dan tidak menentu,” ujar Sudarto.

Imbasnya, kata dia, bisa menurunkan produksi dan bisa menyebabkan penurunan penghasilan, kesejahteraan dan daya beli pekerja.

Oleh karena itu, serikat pekerja yang menaungi dan mewakili 148.693 pekerja industri hasil tembakau itu mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berimbang atas regulasi dan kenaikan cukai rokok di tahun depan.

“Kami juga berharap pemerintah melindungi industri rokok kretek sebagai industri khas Indonesia dan padat karya, yang paling rentan terkena program efisiensi di industri hasil tembakau,” kata Sudarto.

Sudarto menambahkan apabila permintaan serikat pekerja tersebut tidak diperhatikan oleh pemerintah, maka pihaknya akan menggunakan hak mengemukakan pendapat di muka umum dengan cara unjuk rasa nasional sesuai peraturan perundangan yang berlaku. (ahm)

Comments

comments