Butuh Dukungan Indonesia Alasan AS Undang Menhan Prabowo

Ilustrasi - Kunjungan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke Malaysia./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kehadiran Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) dinilai bukan hanya sekedar membahas kerjasama militer kedua negara.

Lebih dari itu, undangan kepada Menhan Prabowo diyakini karena pemerintah AS membutuhkan Indonesia dalam kerjasama Indo-Pasific, terutama mengantisipasi manuver Tiongkok di Laut Cina Selatan.

“Indonesia memiliki daya tawar yang tinggi dalam konflik di Laut Cina Selatan, sebab negara sekutu Amerika, yakni Filipina dan Australia bisa terancam,” terang Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha, Kamis (15/10).

Mengenai kerjasama militer kedua negara, Tamliha juga meyakini kerjasama didasari karena kedua negara saling membutuhkan. Karena AS sebagai salah satu produsen Alutsista memang sedang membutuhkan Indonesia. Sebab selama ini Indonesia selalu membeli Alutsista dari negara kawasan Eropa dan Rusia.

Oleh karena itu, Tamliha mengaku heran mengapa media AS dan sejumlah LSM di tanah air mempersoalkan kunjungan Menhan Prabowo tersebut. Sebab, dengan undangan resmi tersebut maka otomatis larangan kunjungan kepda Prabowo Subianto yang dulu pernah dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dicabut dan nama baiknya telah direhabilitasi.

“Kami menyayangkan ada penolakan LSM atas kunjungan Menteri Prabowo ke AS, karena tidak pada tempatnya sejumlah pegiat HAM di Amerika untuk menolak Menhan RI, sebab jika terjadi deal kerjasama bidang Alutsista, maka senjata tersebut tidak akan digunakan militer Indonesia untuk pelanggaran HAM,” kata Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) ini.

Untuk diketahui, sejumlah media massa di Amerika Serikat mengkritik sikap pemerintahnya yang memberi izin kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke AS. Selain media di AS, sejumah LSM di Indonesia juga mempertanyakan kunjungan tersebut.(rht)

Comments

comments