Cadangan Devisa Dongkrak Rupiah

Ilustrasi-Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta –  Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (7/9) sore, ditutup menguat seiring meningkatnya cadangan devisa pada Agustus 2020.

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.750 per dolar AS.

“Penguatan rupiah salah satunya didorong rilis data pekerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat lebih jauh pada bulan Agustus,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat (4/9) menunjukkan, pertumbuhan pekerjaan AS melambat dan kehilangan pekerjaan permanen meningkat karena pendanaan pemerintah mulai habis, yang meningkatkan keraguan pada keberlanjutan pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

Namun tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen dari 10,2 persen pada Juli. Padahal prediksi dari sejumlah ekonom hanyalah di kisaran 9,8 persen. Pada bulan Juli terjadi peningkatan 1,73 juta pekerja manufaktur dan konstruksi (nonfarm payroll). Sementara pada Agustus meningkat sebanyak 1,37 juta pekerja.

Sementara itu bentrokan kembali terjadi antara petugas polisi dengan pengunjuk rasa dalam demo Hong Kong pada hari Minggu (8/9). Dalam demo di distrik perbelanjaan kelas atas Causeway Bay itu, Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa setelah ribuan demonstran berkumpul di Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk meminta bantuan bagi wilayah yang masih dikuasai China itu.

Akibatnya para demonstran berpencar ke wilayah Admiralty di dekatnya, ke distrik bar Wan Chai dan ke Causeway Bay, di mana aksi kejar-kejaran kembali terjadi. Demo Minggu kemarin merupakan lanjutan dari demo anti pemerintah yang sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir di salah satu pusat keuangan dunia itu.

Sentimen lainnya di tengah kebuntuan negosiasi perdagangan UE-Inggris, kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan telah meningkat tajam karena negosiasi telah terancam oleh desakan Inggris bahwa negara itu memiliki otonomi penuh atas rencana bantuan negara. Uni Eropa menuntut potensi veto pada undang-undang dan peraturan pasca-Brexit Inggris.

Dari domestik, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2020 sebesar 137 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya yang sebesar 135,1 miliar dolar AS. (mad)

Comments

comments