Cari Black Box SJ-182 Polri Kerahkan 50 Penyelam dan Set Vinger Locater

Dokumentasi - Contoh black box (kotak hitam) berisi perekam data penerbangan/flight data recorder (FDR) dan perekam suara kokpit/ cockpit voice recorder (CVR) dalam pesawat terbang yang bisa mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat yang mengalami kecelakaan. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, terus dilakukan oleh tim gabungan. Dari pihak Polri, telah dikerahkan 8 kapal patroli dan 4 helikopter, serta 3 kapal Polairud Polda Metro Jaya.

Dirpolair Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih, mengatakan kepolisian juga memakai alat yang bisa mendeteksi kotak hitam atau black box pesawat. “Kami membawa dua set vinger locater, alat untuk mencari black box dan 50 penyelam,” ujar Yassin di dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1).

Puluhan penyelam itu berasal dari personel Ditpolair Baharkam, Polda Metro Jaya, Polda Banten hingga Brimob.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 siang. Pesawat itu diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Proses pencarian dilakukan bersama Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hasil pencarian teranyar telah dikirim dua kantong ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur yang salah satu kantongnya diduga berisi bagian tubuh dari penumpang pesawat Sriwijaya yang hilang kontak sejak kemarin siang itu.

Sedangkan, satu kantong lainnya berisi properti yang diduga milik penumpang Sriwijaya Air SJ182, yakni berupa potongan celana jeans.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 siang. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan lantaran faktor cuaca yang tak mendukung.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah itu, 40 orang di antaranya dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (rwo)

Comments

comments