Cegah Korona Meluas, Pemprov Jateng Gelar Rapid Antigen di Rest Area Tol

Seorang pendatang melaksanakan rapid test antigen di Rest Area Tol 429 Kabupaten Semarang yang diselenggarakan tim gabungan Pemprov Jateng./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Semarang-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melanjutkan operasi yustisi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menyasar pendatang dan pedagang di kompleks rest area 429, Kabupaten Semarang, Kamis (24/12) siang.

Pada kegiatan tersebut, Satgas Covid-19 Jateng yang terdiri atas Satpol PP Provinsi Jateng, Satpol PP Kabupaten Semarang, Dinas Kesehatan, BKIM, Dishub, Polisi dan TNI turun ke lokasi untuk melaksanakan operasi yustisi.

Satu per satu pendatang diminta menjalani tes rapid antigen di pos khusus yang telah disediakan. Para pendatang pun nampak tertib mengikuti tes tersebut dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak.

Joko Santoso selaku Koordinator lapangan operasi yustisi dan tes antigen Satpol PP Jateng mengungkapkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait melakukan operasi di rest area tol, sebagai bentuk giat pemantauan Libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Sasaran kami semua yang masuk Rest Area 429 Kabupaten Semarang. Nantinya di tes rapid antigen,” tandas Joko, di sela-sela kegiatan di Rest Area 429 Kabupaten Semarang.

Berdasarkan data tim gabungan giat Libur Natal dan Tahun Baru 2021, para pendatang yang mampir ke rest area 429 Semarang berasal dari beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang atau pun sejumlah kota di Jawa Timur. 

Sementara itu, Direktur Kesehatan Kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Rizkiyana Sukandhi Putra, yang berkesempatan melakukan pantauan di Rest Area 429 Kabupaten Semarang, menyampaikan saat ini pergerakan masyarakat tak bisa dibatasi.

Oleh karena itu, Rizkiyana meminta seluruh eleman masyarakat dan petugas yang melaksanakan giat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Pada kondisi seperti sekarang ini, semua pihak ingin ekonominya tetap bergerak tapi angka kasus harus menurun. “Jadi kesehatan pulih, ekonomi bangkit,” beber Rizkiyana. (alvin)

Comments

comments