Cegah Penularan COVID 19, 24.000 Warga di Beijing Diisolasi

Petugas keamanan mengawasi setiap orang yang hendak memasuki kawasan internasional Sanlitun, Beijing, menjelang Tahun Baru 2021, Kamis (31/12/2020) malam. Pemerintah China menerapkan aturan pemindaian kartu kesehatan melalui ponsel bagi setiap orang yang hendak memasuki area publik sebagai upaya pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19. /Foto:Antara/M. Irfan Ilmie

Acuantoday.com, Beijing – Lebih dari 24.000 warga Distrik Daxing, Beijing, China, dilarang meninggalkan rumah,  harus menjalani isolasi mandiri.

Pemerintah Distrik Daxing memberlakukan  lockdown di lima kawasan permukiman warga setelah mendapati beberapa kasus baru COVID-19.

Warga yang hendak ke luar kota harus mendapatkan persetujuan dari otoritas lokal dan menunjukkan hasil tes usap.

Semua fasilitas publik di distrik itu, yang belum genap dua tahun dan memiliki bandara komersial baru dan terbesar di China, ditutup.

Toko-toko, perkantoran bisnis, hotel, gedung bioskop, dan pusat kebugaran hanya diizinkan menerima kunjungan 50 persen orang dari kapasitas.

Angkutan umum di Distrik Daxing hanya boleh mengangkut 75 persen penumpang.

Di Distrik Daxing, terdapat tujuh warga lokal positif COVID-19. Kawasan permukiman di Subdistrik Tiangongyuan telah meningkat menjadi kawasan berisiko tinggi.

Sementara itu di Provinsi Jilin, jumlah kasus baru tercatat 133, sebanyak 57 di antaranya tanpa gejala.

Pihak pemerintah setempat sudah melacak kasus tersebut, yang ternyata berasal dari seorang tenaga penjualan yang beberapa kali bolak-balik dari Provinsi Jilin ke Provinsi Heilongjiang dan menggelar empat kali promosi pada 6 sampai 11 Januari di Jilin –yang pesertanya lebih banyak kalangan orang tua.

Tenaga penjualan itu telah menularkan virus kepada 102 orang, sekitar 60 persen di antaranya berusia di atas 60 tahun. (Dewa/Antara)

Comments

comments