China akan Naikkan Usia Pensiun secara Bertahap

Orang-orang mengamati bunga sakura yang bermekaran di Taman Patung Jing'an di Shanghai, China timur, pada 2 Maret 2021. (Xinhua/Wang Xiang)

Acuantoday.com— China akan menaikkan usia pensiun menurut hukum secara bertahap, fleksibel, dan dengan cara yang berbeda, demikian disampaikan seorang pakar jaminan sosial.

Menurut Garis Besar Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional serta Tujuan Jangka Panjang Hingga Tahun 2035, China akan mengambil langkah-langkah kecil untuk menaikkan usia pensiun. Upaya tersebut juga akan menerapkan fleksibilitasnya, menyesuaikan kebijakan untuk kelompok yang berbeda, mempertimbangkan semua faktor, dan membuat rencana keseluruhan.

Mengambil langkah kecil berarti negara tersebut akan menaikkan batas usia pensiun beberapa bulan setiap tahunnya dan menyelesaikan reformasi tersebut dalam beberapa tahun, ujar Jin Weigang, kepala lembaga penelitian jaminan sosial di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China, dalam wawancaranya dengan Xinhua.

Orang-orang yang mendekati usia pensiun hanya perlu menunda pensiun selama beberapa bulan, kata Jin. Dirinya menambahkan bahwa kaum muda mungkin harus bekerja beberapa tahun lebih lama, tetapi akan melewati periode adaptasi dan transisi yang panjang.

Fitur terpenting dari reformasi usia pensiun ini adalah memungkinkan orang-orang untuk memilih kapan waktu pensiun yang tepat sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka, kata Jin.

Ini menunjukkan fleksibilitas dan inklusifitas reformasi itu, ujar Jin.

Saat ini di China, usia pensiun untuk laki-laki adalah 60 tahun, sedangkan untuk perempuan adalah 55 tahun bagi pekerja kerah putih dan 50 tahun bagi pekerja kerah biru.

Perbedaan ini akan tetap diberlakukan guna memastikan kesinambungan kebijakan, kata Jin.

Jin mengatakan bahwa reformasi usia pensiun membutuhkan perencanaan dan koordinasi keseluruhan karena melibatkan banyak kebijakan dan langkah pendukung.

Reformasi tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti mempromosikan pekerjaan dan kewirausahaan para pekerja berusia tua melalui cara yang lebih tepat sasaran dan menawarkan lebih banyak subsidi jaminan sosial bagi mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan dan membantu mereka kembali mendapatkan pekerjaan, kata Jin.***dian/xinhua/ant

Comments

comments