COVAX Pasok Kolombia hingga 4,4 juta Dosis Vaksin COVID

Victor Nieto, seorang diaken Katolik dari rumah pemakaman Capillas de la Fe, dengan memakai alat pelindung diri berjalan di luar pemakaman Chapinero di Bogota, Kolombia, Kamis (24/12/2020). (Foto : Reuters)

Acuantoday.com, Bogota- Kolombia akan menerima hingga 4,4 juta dosis awal vaksin virus corona melalui mekanisme COVAX –dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata pemerintah pada Sabtu (30/1).

Kolombia akan menerima vaksin yang diproduksi oleh Pfizer dan BioNTech, serta AstraZenca melalui skema tersebut, kata Presiden Ivan Duque dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Kami telah menerima informasi dari strategi COVAX multilateral yang menunjukkan bahwa Kolombia telah diratifikasi di antara 18 negara tempat pemberian vaksin akan dimulai,” kata Duque.

Kolombia akan mendapatkan 117.000 dosis vaksin Pfizer dan BioNTech pada kuartal pertama tahun ini, menurut surat dari COVAX yang diterbitkan di Twitter oleh Menteri Kesehatan Fernando Ruiz.

Negara itu juga akan menerima antara 2,6 juta dan 4,3 juta dosis vaksin AstraZeneca, kata surat itu. Kedua vaksin tersebut membutuhkan dua dosis per orang.

Batas bawah kisaran AstraZeneca mencerminkan distribusi yang diharapkan karena kendala pasokan, tambah surat itu, sedangkan batas atas menunjukkan jumlah dosis yang dikontrak.

Antara 25 persen dan 35 persen dari vaksin AstraZeneca akan dikirimkan pada kuartal pertama 2021, sementara 65 persen hingga 75 persen sisanya diharapkan tiba pada kuartal kedua.

Sejauh ini, hanya vaksin Pfizer-BioNTech yang telah disetujui oleh regulator makanan dan obat Kolombia, INVIMA.

Pada Jumat (29/1), Duque mengatakan Kolombia telah mencapai kesepakatan dengan Moderna Inc dan Sinovac Biotech untuk menerima dosis vaksin yang diamankan oleh negara itu menjadi lebih dari 35 juta.

Dari vaksin yang telah diamankan Kolombia, 10 juta diharapkan datang melalui mekanisme COVAX.

Kolombia menargetkan sedikitnya satu juta orang sudah divaksinasi pada akhir kuartal pertama tahun ini.

Kolombia telah mencatat hampir 2,1 juta infeksi virus korona, serta 53.650 kematian akibat COVID-19.(har)

Comments

comments