Dampak Ekonomi Perpanjangan PSBB Ketat Jakarta Diperkirakan Tidak Terlalu Besar

Ilustrasi-Suasana di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Jakarta hingga 11 Oktober mendatang diperkirakan tidak berdampak terlalu besar pada perekonomian. 

“Dampak terhadap estimasi kita cukup minimal. Jadi, untuk PSBB, kita lihat tidak terlalu besar dampaknya,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (25/9).

Febrio menyatakan hal itu terjadi karena tren mobilitas pada sektor ritel menuju ke arah positif dari yang sebelumnya pada April dan Mei mengalami tekanan sangat dalam.

“Tren mobilitas untuk ritel ke arah positif. Orang harus belanja,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, penerapan PSBB juga hanya dilakukan di Jakarta sehingga masih banyak daerah lain yang berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia.

“Ekonomi Jakarta hanya berapa persen dari Indonesia, meski relatif besar. Tapi, daerah lain tidak ada pembatasan yang strict meski harus manajemen hati-hati,” katanya.

Selain itu, menurut Febrio, perekonomian Indonesia sangat lincah dalam menghadapi krisis COVID-19 ini, seperti munculnya berbagai macam variasi usaha makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat sudah mulai terbiasa new normal, tapi makan tidak berkurang bahkan bervariasi. Ini luar biasa perekonomian kita sangat agile meski sangat rendah dibandingkan 2019,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus memantau dampak penerapan PSBB yang kembali diberlakukan di Jakarta sejak 14 September hingga 11 Oktober 2020 ini terhadap perekonomian kuartal III 2020.

“Dampaknya ke kuartal III tidak besar, tapi kita terus pantau,” tegasnya. (ahm)

Comments

comments