Dampak PSBB, Sidang-Sidang DPR Dilakukan Terbatas

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad/ Foto: Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Rencana penerapan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta yang akan diberlakukan mulai Senin (14/9/2020) dipastikan juga akan membatasi aktivis semua lembaga termasuk kegiatan di dewan.

Kegiatan, rapat dan sidang-sidang di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta dipastikan akan dilangsungkan secara terbatas. Dengan pembatasan maka maksimal kehadiran yang ditolerir hanya 20 persen atau 16 – 17 orang dari 60 orang di satu ruang rapat komisi.

“Kalau di hari normal rapat di komisi-komisi DPR itu terdiri dari 60-an orang anggota, maka selama PSBB cukup 16 – 17 orang. Apalagi yang berkaitan dengan RKL (anggaran) yang penting. Tenaga ahli fraksi dan komisi serta ASN juga harus bekerja dari rumah,” ucap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Jumat (11/9/2020).

Selain pengurangan dari jumlah fisik kehadiran, pembatasan juga berdampak pada durasi persidangan. Kalau selama ini rapat-rapat berlangsung selama 4 – 5 jam, maka pada masa PSBB maksimal hanya 2,5 jam.
“Setiap malam setelah DPR RI sudah sepi akan disemprot dengan desinfektan, untuk menghindari berbagai virus yang mungkin menjangkiti gedung DPR RI ini,” kata Dasco yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Sedangkan bagi karyawan yang dinyatakan reaktif dan apalagi Covid-19, maka harus melakukan isolasi mandiri dan perawatan sesuai petunjuk dokter. Namun, aturan teknisnya dibuat oleh Sekretarist Jenderal DPR RI. “Petunjuk teknis kegiatan di DPR RI sedang dibuat Kesekjenan DPR RI,” pungkasnya.

Sebelumnya semua office boy, cleaning service, para wartawan, satpam dan sebagainya yang setiap harinya melakukan kegiatan di DPR / MPR / DPD RI sudah dilakukan rapid test untuk mencegah tersebarnya virus covid-19 tersebut.(har)

Comments

comments