Dampak Teror Bom Merusak Sendi Kehidupan Bangsa

Tim gabungan dari Kepolisian Resort (Polres) Bantul serta unit penjinak bom (Jinbom) Gegana Polda DIY melakukan sterilisasi di salah satu dari empat gereja yang ada di Bantul, Rabu (23/12/2020). Sterilisasi dilakukan untuk memberi rasa nyaman dan aman bagi umat Kristiani yang akan melakukan ibadah Natal yang jatuh pada 25 Desember.

Acuantoday.com, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Suparji Ahmad mengecam bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katedral hari ini. Menurutnya, pengeboman merupakan kejahatan serius.

“Saya mengecam keras ledakan bom tersebut. Teror bom merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat serius,” kata Suparji dalam keterangan persnya, Minggu (28/3/2021).

Ia juga menekankan bahwa teror dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk kehidupan beragama.

“Oleh karena itu, saya berharap peristiwa nahas ini diusut tuntas dan dilakukan secara transparan,” ujarnya.

Suparji juga mengimbau kepada semua pihak menahan diri dan tidak mengembangkan narasi yang tidak berdasar dan tendensius.

“Masyarakat sebaiknya menyerahkan kasus kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap secara terang benderang. Jika ada yang punya data, berikan kepada penegak hukum dan tidak dijadikan materi publisitas diri,” ucapnya.

Di sisi lain, ia berharap penegak hukum lebih bisa mencegah tindakan yang demikian. Sebab, dalam undang-undang terorisme, Polisi bisa melakukan tindakan preventif. (Mmu)

Comments

comments