Daur Ulang Pakaian Lama Jadi Tren Selama Pandemi Covid 19

Ilustrasi-- sumber foto instagram H&M

Acuantoday.com— Industri fashion menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemic Covid 19 melanda dunia. Banyak perusahaan retail yang terpuruk, para desainer putus asa. Sejumlah pengusaha retail mulai melakukan evaluasi model bisnis mereka agar bisa tetap eksis di pasar meski situasi sulit.

Salah satu ide yang mencuat adalah melakukan daur ulang atas produk-produk yang ada, baik itu pakaian maupun alas kaki. “Krisis Covid-19 telah mengarah pada evaluasi model bisnis di seluruh industri di tengah seruan baru dari konsumen agar perusahaan mode melakukan lebih baik,” komentar koresponden pakaian GlobalData Beth Wright dalam rilisnya. Demikian dikutip dari id.fashionnetwork

Ilustrasi koleksi H&M—sumber foto instagram H&M

Di antara inovasi mode terbaru yang dapat didaur ulang, GlobalData menyoroti UltraBoost DNA Loop dari pembuat pakaian olahraga Jerman Adidas, yang mengebangkan proyek “Dibuat untuk Dibuat Ulang”. Sepatu dibuat dengan menggunakan satu jenis bahan tertentu dan tanpa lem. Artinya dapat digerus, dilebur, dan dibuat menjadi sepatu baru.

Sementara di tempat lain di Eropa, raksasa mode Swedia H&M baru-baru ini meluncurkan model ritel pertama dari sistem daur ulang garmen ke garmen (pakaian ke pakaian) dinamakan  Looop.

Ini merupakan inovasi yang diperkenalkan H&M yaitu system daur ulang Looop dimana kita bisa mentransformasi pakaian yang sudah tak diinginkan menjadi fashion yang baru. Inovasi ini ditawarkan kepada pelanggan H&M di Swedia.  Sistem semacam ini juga dikembangkan Institut Penelitian Tekstil dan Pakaian Hong Kong.

Jika kita mengunjungi  akun instagram H&M, maka kita akan bisa melihat sebuah video yang memperlihatkan bagaimana Looop bekerja mengubah kaos kaki lama berwarna ungu yang robek menjadi sweater cantik.***dian

Comments

comments