Demonstran Tuntut Presiden  Lukashenko Mundur, Abaikan Ancaman Senjata

Warga melakukan unjuk rasa dalam perlawanan oposisi untuk menolak hasil pemilihan presiden di Minsk, Belarus, Minggu (11/10) ANTARA FOTO via REUTERS

Acuantoday.com – Ribuan orang turun ke jalan di Ibu Kota Belarus, menuntut Presiden Alexander Lukashenko mundur. Para pengunjuk rasa mengabaikan ancaman dengan senjata.

Belarus, bekas republik Soviet yang bersekutu dekat dengan Rusia, diguncang gelombang unjuk rasa sejak otoritas mengumumkan Lukashenko, yang memerintah secara otoriter sejak 1994, kembali unggul pada pemilu 9 Agustus, dengan perolehan suara 80 persen.

Menurut kantor berita Interfax, jumlah demonstran di atas 30.000 orang. Sekitar 50 demonstran ditangkap polisi.

Pejabat polisi senior pekan lalu mengatakan aparat kepolisian akan diizinkan menggunakan senjata api untuk menghadapi demonstran.

Pasukan keamanan menahan lebih dari 13.000 orang sejak pemilu, termasuk semua pemimpin oposisi yang signifikan, yang belum meninggalkan negara tersebut. Pihaknya juga menekan media independen.

Sementara pemimpin oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya, yang menyelamatkan diri ke Lithuania, pekan lalu mendesak Lukashenko agar mundur paling lambat 25 Oktober.

Jika desakan itu tak dipenuhi, Sviatlana Tsikhanouskaya mengatakan akan ada aksi nasional yang melumpuhkan Belarus. (Dewa/Ant)

Comments

comments