Dengan 4 Pilar, Komar akan Bawa Pertina Berkibar

Ketua Umum Pengprov Pertina Bali, Nyoman Adi Wiryatama saat bertemu calon Ketum PP Pertina Pusat, Komaruddin Simanjuntak---foto istimewa

Acuantoday.com— Angin segar bertiup ke dunia tinju amatir nasional. Cabang olahraga yang berindukkan Pengurus Besar (PB) Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) telah mengundang hasrat putra terbaik bangsa untuk turun tangan, menyingsingkan lengan baju, membenahi dan membawa ke arah kemajuan.

Sosok itu adalah Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. Mantan Pangdam IX/Udayana ini belum lama mengakhiri dinas aktif militernya. Passion-nya pada tinju mendorong dia menerima “pinangan” sejumlah Pengurus Daerah (Pengda) Pertina. Hingga tulisan ini disusun, tak kurang dari 23 Pengda (dari 34 Pengda) di seluruh Tanah Air, solid mendukung Komar untuk menakhodai PB Pertina masa bakti 2020 – 2024.

“Salah satu alasan saya berkenan dicalonkan adalah karena diminta. Segera setelah datang permintaan dari para pengurus Pengda, saya melakukan orientasi organisasi untuk keperluan SWOT analysis. Atas dasar itu pula, saya menyatakan siap dan bersedia,” ujar lulusan AMN 1985 ini.

Bak gayung bersambut, tak kurang dari 28 jenderal TNI9 (AD, AL, AU) yang terdiri dari letting 1984, 1985, dan 1986 yang baru mengakhiri pengabdiannya di TNI dengan inisiatif penuh mendukungnya. “Meski sudah mengakhiri tugas kedinasan, tetapi kami masih ingin berbuat untuk negara. Semboyan kami soldier never die, they just fade away,” ujar jenderal berkumis tebal itu.

Aktualisasi Program

Bertutur ihwal program yang ditawarkan jika kelak dipercaya memimpin PB Pertina, tegas Komar menjawab, “Akutalitasi program.” Penjabarannya adalah modernisasi di semua bidang. Sebab, itulah problem utama, mengapa tinju amatir jalan di tempat, jika tak mau dikatakan mundur.

Empat pilar yang ia jadikan soko guru untuk menopang aktualitasi program atau modernisasi organisasi PB Pertina ke depan. Yang pertama adalah transparansi. Yang kedua adalah sarana dan prasarana. Yang ketiga adalah sport science. Dan keempat pembinaan usia dini.

“Semua program harus terukur. Pendekatan empat pilar, didukung teknologi berupa sport science adalah solusi jitu bagi kemajuan tinju amatir ke depan,” tandas peraih penghargaan The Royal Order of Sahametrei dari Kamboja itu.

Tanpa modernisasi organisasi, niscaya tidak akan mampu ketertinggalan. Dunia belagiri saat ini sedang didominasi mix martial arts. Hampir semua atlet MMA, memiliki basic bela diri dasar. Ada yang tinju, judo, karate, gulat, dan lain-lain. “Tinju amatir harus bisa memposisikan diri sebagai cabang beladiri dasar yang kelak bisa dijadikan andalan ketika seorang atlet hendak melaju ke pilihan tinju pro atau MMA. Hampir semua petinju besar dunia punya latar belakang amatir. Jadi, tinju amatir ini benar-benar basic dan menentukan karier serta prestasi atlet ke depan,” papar Komaruddin Simanjuntak.

Salah satu program yang sedia dia permanenkan adalah event tinju “ampro” (amatir profesional). Ini juga jawaban atas kebutuhan aktual seni bela diri akhir-akhir ini. “Jika dulu, tinju menjadi cabang olahraga ketiga favorit bangsa kita, setelah sepakbola dan bulutangkis, sekarang sudah saatnya harus kita kembalikan ke posisi itu,” ujar Komar seraya menambahkan, “masih ingat kan? Dulu kalau ada pertandingan tinju di TVRI, jalanan sepi.”

Nah, berbekal dukungan mayoritas Pengda Pertina, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak kini sedang mematangkan program kerja. Alhasil, ketika ia terpilih dalam Kongres PB Pertina yang sedia digelar beberapa bulan ke depan, pihaknya sudah bisa langsung bekerja penuh dan total untuk kemajuan tinju (amatir) di Tanah Air. ***dian

Comments

comments