Dengan Digitalisasi Kendala COVID Tak Halangi SDGs Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar./Foto : Biro Pemberitaan Kemendes PDTT

Acuantoday, Jakarta- Kendala pandemi penularan COVID-19 tidak menghalangi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Suinstabel Development Goals (SDGs) yang salah satunya menyasar pembangunan masyarakat pedesaan.

Sebab, semua pergerakan ekonomi saat ini berjalan dengan adanya akses internet termasuk program digitalisasi desa yang saat ini sudah berjalan.

“Harapannya pada tahun 2030 pembangunan desa sudah mencapai 18 Goals atau sama dengan kontribusi 74 persen dari tujuan SDGs,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim dalam keterangan tertulis yang diterima Acuantoday.com, Senin (12/10).

Mendes menjelaskan desa digital merupakan Program Prioritas Nasional. Penambahan desa digital yang saat ini baru berjumlah 223 diharapkan bisa menjadi lebih banyak lagi.

Program digitalisasi desa ini akan dimulai pada 2021 besok dengan empat model desain, yakni pertama digitalisasi untuk penyusunan Database bagi desa-desa yang berbasis Big Data dan Kemendes PDTT yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan desa, mendukung pelaksanaan pembangunan, monitoring, pengawasan dan evaluasi pengembangan desa.

Selanjutnya digitalisasi untuk pengembangan desa unggulan. Desain itu terkait pendataan potensi unggulan desa dan kerjasama e-commerce masuk desa. Ini bakal menopang percepatan pertumbuhan ekonomi di desa. Kemendes PDTT belum lakukan desain ini karena masih dilakukan pemetaan berbasis kawasan.

“E-Commerce lakukan pelatihan untuk pengelolaan produk serta investasi alat produksi. Misalnya, Aruna pada Perikanan, Argopantes pada buah-buahan dan Bio pada tanaman organik. Ini Sudah berjalan cukup dan beri nilai tambah yang luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, digitalisasi untuk percepat layanan Pemerintahan Desa kepada warga desa agar terjadi kemudahan dalam pelayanan publik di desa, dan digitalisasi untuk peningkatan transparansi keuangan dan kegiatan pembangunan desa. Arah pengelolaan keuangan menuju ke cashless.

“Permasalahan yang dihadapi saat ini masih banyak desa yang belum miliki sambungan internet. Data Kemendes PDTT ada 11.231 desa belum ada sinyal internet. Kita berharap nantinya semua desa di Indonesia miliki sinyal internet,” harapnya. (rht)

Comments

comments