Desak Penyidikan Kasus Pembelian Heli AW-101 Disidik, MAKI Gugat KPK ke Pengadilan

Helikopter AW-101. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengajukan gugatan praperadilan kasus pembelian Heli AW-101 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena perkara mandek sejak 2017.

“Tujuan kami agar pengadilan memaksa KPK melakukan berbagai upaya penyelesaian penanganan penyidikan perkara korupsi pengadaan Heli AW-101 dengan Tersangka Irfan Kurnia Saleh dan selanjutnya melimpahkan berkas perkara a quo kepada jaksa penuntut umum,” kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3/2021).

Boyamin menjelaskan, jangan sampai karena kasus pembelian helikopter kepresidenan tersebut diduga melibatkan petinggi TNI, KPK menjadi tumpul dan prinsip peradilan cepat dilanggar oleh penyidik.

“Ada asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan serta tidak berbelit-belit. Dari rumusan itu, diketahui bahwa setiap ‘kelambatan’ penyelesaian perkara pidana yang disengaja oleh aparat penegak hukum merupakan pelanggaran terhadap HAM,” ujarnya.

Sedari awal, papar Boyamin, presiden Joko Widodo sudah menolak pembelian tersebut, tapi TNI AU pada waktu itu ngotot membeli dan mendatangkan helikopter mahal Agusta Westland AW-101 ke Indonesia.

“Kasus korupsi pengadaan Helikopter AgustaWestland (Heli AW-101) berawal dari Presiden Jokowi yang menolak pembelian Heli AW 101 sebagai pesawat kepresidenan pada 3 Desember 2015, tetapi kemudian Heli-AW 101 tersebut tetap didatangkan ke Halim,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments