Di HUT ke-74 Ditjen Bea Cukai, Menkeu: Jangan Korbankan Integritas

Aktivitas petugas Bea Cukai di pelabuhan./Foto: Kementerian Keuangan

Acuantoday.com, Jakarta―Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk tidak mengorbankan integritas dan profesionalitasnya dalam menjalankan tugasnya.

Permintaan itu disampaikan Menkeu saat menyampaikan sambutan Hari Ulang Tahun ke-74 DJBC secara virtual, Sabtu (3/10).

Menkeu juga meminta agar DJBC untuk kolaborasi dan sinergi dengan kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (Pemda), dan swasta untuk mengembangkan industri, terutama di saat pandemi seperti ini.

Namun begitu, jajaran DJBC juga harus memberikan berikan tindakan tegas (enforcement) kepada yang tidak sesuai aturan.

“Tegas namun melayani, disiplin namun mendukung, integritas namun bisa bekerja sama, profesional namun tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi para pegawai DJBC yang tetap berkomitmen, profesional, dan melayani di tengah risiko pandemi.

“Karena tugas DJBC salah satunya adalah melayani dan mendukung industri, maka harus berinteraksi dengan manusia dan pelaku usaha,” ungkapnya.

Sebagai Bendahara Negara, tantangan Kementerian Keuangan dalam menangani COVID-19 adalah harus mampu menyediakan anggarannya.

Namun, tantangan lainnya adalah bagaimana dapat disiplin menjalankan kegiatan dengan normal baru sehingga dapat menjaga kegiatan sosial, kegiatan ekonomi, mendorong kegiatan produktif namun tetap aman COVID-19.

“Disiplin menggunakan masker, jaga jarak dilaksanakan, diingatkan, dijalankan,” arahan Menkeu.

Menkeu melanjutkan, disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan ini wajib dilaksanakan agar DJBC dapat melaksanakan empat misi dengan baik sebagai pengumpul penerimaan (revenue collector), memberi pelayanan, pemberi pelayanan (treat facilitator), dan mendukung industri.

Meski dalam keadaan pandemi, Menkeu mengingatkan DJBC untuk tetap semangat mengabdi kepada negeri.

“Pandemi tidak menjadi alasan kita tidak berbuat atau memperbaiki Republik Indonesia,” menurutnya. (mad)

Comments

comments