Di Jatim, Mulai hari Ini Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp. 250 Ribu

Warga menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan pedestrian saat menjalani sanksi pelanggaran tak mengenakan masker di Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (3/9)/Antara

Acuantoday.com, Surabaya- Mulai hari ini, warga Jawa Timur yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID 19 bisa didenda Rp.250 ribu.

Perihal denda itu diatur dalam Peraturan Gubernur tentang Penerapan Protokol Kesehatan yang diteken olkeh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Sanksi mulai diterapkan per hari ini, 14 September 2020,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Senin (14/9)

Upaya pencegahan COVID-19 di Jatim dilakukan dengan pengetatan protokol kesehatan tertuang pada revisi dari Perda Nomor 1 Tahun 2019 yang telah direvisi menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2020 serta Pergub Nomor 53 Tahun 2020 dan implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Pada Pergub Nomor 53 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Pasal 9 ayat (1), dijelaskan bahwa setiap orang yang melanggar kewajiban penerapan protokol kesehatan dikenai sanksi administratif.

Sanksinya, mulai dari teguran lisan, kerja sosial atau denda administratif sebesar Rp250 ribu.

Protokol kesehatan bagi warga, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1),  antara lain menggunakan masker jika harus keluar rumah, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer),dan pembatasan interaksi fisik (physical distancing).

Gubernur Khofifah memnelaskan, sanksi juga diberlakukan pada pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Sanksinya berupa teguran lisan/teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda administratif dan pencabutan izin.

Besaran dendanya bervariasi. Untuk usaha mikro sebesar Rp500 ribu, usaha kecil Rp1 juta, usaha menengah Rp5 juta serta usaha besar yang mencapai Rp 25 juta.

Protokol kesehatan bagi pelaku usaha, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) antara lain memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian COVID-19, menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan upaya pengaturan jaga jarak. (Yati/ Ant)

 

Comments

comments