Diancam Bakal Digugat MAKI, KPK Tegaskan Bekerja Bukan Atas Tekanan

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyidik bekerja bukan atas dasar tekanan.

Respons ini menanggapi langkah Koordinator Masyarakat AntiKorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang rencananya bakal menggugat jika status hukum politikus PDIP Ihsan Yunus tak segera dijadikan tersangka.

Plt Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menjelaskan, penyidik bekerja berdasarkan kecukupan bukti.

Jadi, tidak mungkin mengakomodir tekanan pihak tertentu untuk mengubah status hukum terperiksa.

“Harus dicatat ya, perlu kami sampaikan bahwa KPK dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka itu bukan karena desakan pihak-pihak tertentu, tapi bukti,” kata Ali di Jakarta, Jumat (12/3).

Politikus PDIP yang juga eks Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus memang diduga terlibat dalam kasus korupsi bansos Covid-19 yang sudah menjerat eks Menteri Sosial RI, Juliar P Batubara.

Dugaan tersebut muncul ketika namanya disebut dalam kesaksian tersangka Harry Van Sidabuke.

Namun, ucap Ali, tanpa didesak pun, KPK bakal menetapkan seorang menjadi tersangka bila dua bukti permulaan sudah terpenuhi.

”Pun demikian dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka tentu dasarnya adalah adanya kecukupan alat bukti,” ujarnya.

Menurut Ali, sikap yang memaksakan status hukum juga tidak tepat bila bukti yang dikumpulkan belum cukup, sehingga ancaman Boyamin Saiman tidak akan mempengaruhi cara kerja penyidik KPK.

”Sepanjang ditemukan setidaknya 2bukti permulaan yang cukup, KPK akan menetapkan pihak-pihak lain juga sebagai tersangka dalam perkara ini,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments