Dianggap Menghina Martabat, Putri JK Polisikan Ferdinand Hutahean

Muswirah Jusuf Kalla laporkan orang yang mencemarkan nama baik ayahnya soal isu kepulangan Rizieq Shihab. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta–Anak Wakil Presiden ke-7 Indonesia, Muswirah Jusuf Kalla melapor ke Bareskrim Polri soal kasus pencemaran nama baik yang dialami ayahnya. 

Laporan ini buntut dari cuitan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean dalam media sosial yang menyinggung martabat Jusuf Kalla sebagai sosok yang berperan penting dalam kepulangan Rizieq Shihab.

Selain Ferdinand, Muswirah juga melaporkan pemerhati sosial-politik Rudi S Kamri untuk kasus serupa, yang dalam tulisan di media sosialnya. Rudi menarasikan ayahnya dalang kepulangan Rizieq. 

Segala narasi yang digaungkan kedua pihak tadi dianggap Muswirah telah menjatukan martabat keluarga Jusuf Kalla. 

Muswirah mengaku, laporan ini telah dikoordinasikan dengan sang ayah.

“Saya atas nama anak Jusuf Kalla melaporkan Ferdinand Hutahean dan Rudi S Kamri atas tulisan-tulisan yang mereka buat. Tulisan tersebut mengganggu martabat kami, saya dan keluarga,” kata  dia usai melapor di Bareskrim Polri, Rabu (2/12).

Menurut Muswirah, martabat adalah esensi paling dalam hak asasi manusia. Jadi sebagai warga negara Indonesia, ia merasa  berhak untuk melaporkan hal-hal yang mengganggu hak asasinya dan keluarga.

Ia datang bersama tim kuasa hukumnya dengan membawa sederet barang bukti berupa cuitan Ferdinand dan Rudi yang tersebar di media sosial. Hasilnya, laporan diterima dengan nomor polisi Sptl/407/XII/2020/Bareskrim. 

Muhammad Ihsan, selaku kuasa hukum, cuitan keduanya sarat akan fitnah karena Jusuf Kalla disebut terlibat atas kepulangan Rizieq. 

Apalagi, dalam narasi disebutkan kliennya membawa uang ke Arab Saudi sebagai upaya bantuan memulangkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu. 

Kendati tidak merujuk nama langsung, ia mengibaratkan sosok Caplin yang berkumis tipis sebagai dalang di balik kepulangan Rizieq, yang bertujuan memengaruhi peta politik jelang Pilkada 2022 dan Pilpres 2024. 

Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal,” cuit Ferdinand pada Rabu (4/11) lalu. 

Cuitan Rudi justru lebih frontal mengarah ke sosok Jusuf Kalla. Ia menyebut harus ada pihak yang memotong kekuatan keuangan-politik Jusuf Kalla agar tidak bisa melangkah banyak sebagai pemain dalam gelaran dua pemilihan akbar tadi. 

Lumpuhkan kekuatan Sang Chaplin dengan menggerakkan semua potensi yang ada untuk kembali bisa menguasai PMI dan Dewan Masjid Indonesia,” kata Rudi pada 21 November lalu. 

Seperti diketahui, Jusuf Kalla merupakan langganan pemimpin Palang Merah Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia beberapa waktu belakang. 

Ihsan lantas membantah pernyataan itu dan melaporkan mereka dengan sangkaan Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP. 

“Mudah-mudahan setelah ini kita akan teruskan untuk mengawal agar perkara ini sampai ke pengadilan sehingga mendapatkan keadilan,” tutur dia. (rwo)

Comments

comments