Diapresiasi Kesiapan Pertamina Songsong Migrasi Kendaraan Konvensional ke Listrik 

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, di Ruang Kerjanya Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/2/2021). (Foto : Biro Pemberitaan MPR RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Perusahaan negara Pertamina memastikan kesiapannya menghadapi perubahan besar perilaku mobilitas masyarakat, dengan migrasi penggunaan kendaraan bahan bakar minyak (BBM) atau konvensional ke kendaraan listrik.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kesiapan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan dan energi itu.

“Pertamina harus mampu memanfaatkan berbagai kekuatan yang dimilikinya agar relevan dengan kebutuhan kendaraan listrik. Sehingga kegiatan usahanya tetap berjalan,” ucap Bamsoet usai menerima Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, di Ruang Kerjanya Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Menurut Bamsoet, sebagai perusahaan negara yang memiliki aset sangat besar, per 30 Juni 2020 mencapai USD 70,22 miliar dengan total liabilitas USD 40,56 miliar dan jumlah ekuitas senilai USD 29,66 miliar, Pertamina sudah harus memikirkan tren pasar kendaraan di masa depan.

Diakuinya, penggunaan kendaraan listrik akan berdampak pada penurunan permintaan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan salah satu core usaha Pertamina.

Oleh karena itu, Bamsoet mendukung salah satu rencana Pertamina mengkonversi kilang BBM menjadi petrokimia untuk menunjang kebutuhan bisnis baterai dalam ekosistem kendaraan listrik.

Selain itu, Pertamina juga bisa bersinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memanfaatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk dikembangkan menjadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Pertamina juga bisa bekerjasama dengan mitra perusahaan global untuk mengembangkan bisnis sistem penyimpanan energi (energy storage system/ ESS),” kata Bamsoet.

Pertamina juga bisa masuk dalam bisnis daur ulang (recycle) baterai, sebagai upaya substitusi impor komponen baterai, yang ditunjang oleh hilirisasi industri baterai lithium.

Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menekankan, berbagai peluang usaha tersebut menunjukan banyak hal yang bisa dimanfaatkan Pertamina dalam menghadapi era kendaraan listrik. Dengan kekuatan bisnis dan jaringannya, Pertamina pasti mampu menghadapinya.

“Dengan kesiapan menghadapi era kendaraan listrik, Pertamina sekaligus siap memastikan setoran yang ia serahkan ke kas negara tidak akan terlalu terganggu,” katanya.

Sebagai catata, kata dia, di tahun 2019, tercatat Rp 181,5 triliun disetorkan Pertamina ke kas negara. Kelak saat memasuki era kendaraan listrik, ia berharap setoran tersebut tidak sampai turun.(har)

Comments

comments