Diduga Bakal Bikin Rusuh, Polisi Ciduk 270 Pengunjuk Rasa di Aksi Masa 2010

Mahasiswa menggelar demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja tepat setahun masa jabatan Jokowi-Ma'ruf Amin di dekat Istana Merdeka Jakarta./Foto: Acuantoday,com (Rahmat)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi kembali mengamankan ratusan demonstran yang diduga bagian dari kelompok anarko yang bakal membuat rusuh pada aksi unjuk rasa satu tahun masa jabatan Jokowi-Ma’ruf Amin, Selasa (20/10) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menakui, awalnya demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) berjalan mulus. Namun, menjelang akhir demo, ada riak-riak kericuhan yang dimotori oleh kelompok anarko dan sebagian lagi pelajar STM.

“Karena kita ketahui memang modus operandi para anarko-anarko atau anak-anak STM atau SMK yang sering terjadi demonstrasi pasti itu ada lintas ganti waktu,” kata Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Karena itulah, lanjut Yusri, sebanyak 270 pendemo yang telah diidentifikasi bakal membuat rusuh, diamankan jajaran Polda Metro Jaya.

Lintas ganti waktu yang dimaksud, kata Yusri, yaitu para Anarko menyiasati kapan rusuh berlangsung.

Bila sebelumnya mereka sedari pagi sudah datang dan mulai mengatur kerusuhan, kini pola demikian berubah dengan datang ke lokasi aksi saat sore hari atau jelang demo rampung.

Pada momen itulah, mereka menyusup ke massa aksi dan berbuat aksi kerusuhan, yang memantik emosi massa aksi lain. Belakangan, pola seperti itu sudah disosialisasikan ke kalangan demonstran dari mahasiswa.

“Teman-teman mahasiswa sudah tau itu, setelah kami infokan. Mereka juga marah kalau aksi disusupi dan jadi anarkis,” ujar Yusri.

Massa dari kalangan Anarko, dikatakan Yusri, masif datang berdemo karena dipicu ajakan dari media sosial.

Sebelumnya, Polri sudah menetapkan tiga tersangka selaku pengeola akun media sosial yang dianggap menyebar narasi dan visual berbau penghasutan. Salah satu narasinya menyebut “Buat kawan-kawan ogut tanggal 20 Oktober jangan lupa bawa oli supaya polisinya jatuh,”

Kendati begitu, ratusan demonstran yang diamankan oleh sejumlah jajaran polres di Jakarta, kini, sudah berangsur dipulangkan dengan dengan mekanisme yang sama seperti sebelumnya.

“Mereka membuat pernyataan tidak akan mengulang lagi dan setelahnya boleh dijemput orang tuanya. Tadi ada yang dari subuh sudah dijemput,” pungkasnya.

Jumlah massa gabungan dalam demo lanjutan di Jakarta disebut polisi mencapai dua ribuan, yang meliputi 400 mahasiswa dan 1.750 orang dari kalangan buruh. Tuntutan mereka tetap sama, meminta Presiden Joko Widodo mencabut UU Ciptaker. (rwo)

Comments

comments