Diduga “Kerasukan” Jiwa Kombatan, Cai Cangpan Nekat Gantung Diri

Cai Changpan, narapidana kasus narkoba yang kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten, ditemukan meninggal dunia di sebuah pabrik pembakaran ban di Hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (17/10)./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Cara Cai Cangpan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sangat berciri khas seorang kombatan, menganggap dirinya prajurit dalam keadaan perang.

“Kami duga nilai seorang kombatan yang dia anut, jadi alasan tewas seperti itu. Dia lebih baik bunuh diri dari pada mati di tangan petugas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, Minggu (18/10).

Logika kombatan itu, menurut Yusri, dapat dilihat dari rekam perjalanan hidup Cai yang sempat mengenyam pendidikan militer di Tiongkok.

Kendati begitu, Yusri menegaskan, pihaknya bakal mengusut musabab tewasnya Cai dengan langkah pertama mengotopsi jasad yang bersangkutan.

“Kasih waktu, autopsi lagi berjalan, kami kabari update lanjutannya,” ujarnya.

Diketahui, Cai Changpan, ditemukan polisi dalam keadaan gantung diri di gudang pembakaran ban di Desa Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10) pagi.

Penemuan jasad pria 53 tahun itu, sekaligus mengakhiri perburuan polisi, sejak Cai diketahui kabur dari Lapas Tangerang pada 14 September lalu.

Cai saat itu melarikan diri dengan cara menggali lubang di dalam selnya hingga menembus gorong-gorong, yang mengarah langsung ke luar lapas.

Selama dalam pelarian, polisi meyakini Cai bersembunyi di dalam Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor, tak jauh dari tempat dirinya ditemukan tewas.

Cai kabur untuk menghindari vonis mati yang diputus Pengadilan Negeri Tangerang pada 19 Juli 2017 lalu. Ia terjerat kasus narkoba jenis sabu dengan barang bukti seberat 135 kilogram. (rwo)

Comments

comments