Didukung Pusat Upaya Wabup Bandung Barat Buka Investasi Pembangunan Sirkuit Balap

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merangkap Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) saat menerima Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan di ruang kerjanya di Ruang Kerja Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2021). (Footo : Biro Pemberitaan MPR RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merangkap Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendukung langkah Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, yang membuka investasi untuk pembangunan Sirkuit Balap di daerah Bandung Barat.

Bandung Barat dinilai sangat cocok dikembangkan menjadi salah satu kawasan sport automotive tourism di kawasan Jawa Barat pada khususnya, maupun Indonesia pada umumnya karena panoramanya yang indah.

Penegasan disampaikan Bamsoet usai menerima Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, di Ruang Kerja di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

“Olahraga jenis road race, motocross, hingga grasstrack sangat cocok dikembangkan di Bandung Barat. Kehadiran sirkuit balap, selain bisa menunjang pariwisata, juga bisa memfasilitasi anak-anak muda Bandung dan daerah sekitarnya agar tak lagi menggelar balapan liar di jalan raya,” ucap Bamsoet.

Bamsoet mengaku khawatir apabila balapan liar di jalan dibiarkan justru mengganggu ketertiban lalu lintas, juga membahayakan keselamatan nyawa pengguna jalan.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, selain membangun daerah melalui sirkuit balap, Bandung Barat juga memiliki potensi pertanian dan peternakan yang bisa dikembangkan lebih jauh, menunjang sektor pariwisata yang saat ini sedang menurun akibat pandemi Covid-19.

Data tahun 2019 tiga sektor utama pariwisata di Bandung Barat, yakni hotel menyumbang pendapatan daerah mencapai Rp18 miliar, restoran Rp 26 miliar, dan hiburan Rp 4 miliar. Di tahun 2020 ini menurun hingga 50 persen, yakni dari hotel hanya mencapai Rp 9 miliar, restoran Rp 17 miliar, dan hiburan Rp 1 miliar.

“Komposisi demografi penduduk Bandung Barat yang 30 persennya diisi kalangan muda, sangat menjanjikan bagi Bandung Barat untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan,” kata Bamsoet.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga memiliki program Petani 4.0 yang bisa disinergikan dengan pemerintah daerah Kabupaten Bandung.

Mencari lima ribu petani milenial, masing-masing mendapatkan lahan seluas 2 ribu meter persegi dari Pemda Jawa Barat, pinjaman modal usaha dari Bank Jabar, serta berbagai fasilitas pelatihan lainnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menekankan, posisi Indonesia sebagai negara penghasil biji kopi terbaik dunia tak lepas dari dukungan masyarakat Bandung Barat yang giat bertani kopi.

Pada tahun 2018 lalu, misalnya, sebanyak 23 kopi asal Indonesia berhasil meraih penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis.

Sebanyak 6 produsen kopi yang berasal dari Jawa Barat, termasuk yang meraih penghargaan tersebut.

Yakni AEKI Garut D’Arffi, Arabica Van Cidaweung, Javanero Papandayan, Javanero Pasundan Natural, Javanero Pasundan, dan salah satunya dari Kabupaten Bandung Barat yaitu Anomali Coffee Gununghalu.

“Pemda Kabupaten Bandung harus melihat ini sebagai momentum untuk semakin memajukan dan mendukung para petani kopi,” tegas Bamsoet. (har)

Comments

comments