‘Dikadalin Gadget’

Ilustrasi--sumber foto internetmatters.org

Acuantoday.com— Era digital tidak bisa ditolak. Siap atau tidak, kita memang berada di era ini. Dan, disadari atau tidak, gadget  telah mengubah prilaku masyarakat itu sendiri. Bukan hanya perilaku orang dewasa tapi prilaku anak pun ikut berubah.

“Sesungguhnya, digitalisasi sangatlah menguntungkan atau bermanfaat bagi masyarakat  apabila digunakan secara benar. Sayangnya, sebagian masyarakat terkesan belum ‘matang’ dalam menerima kehadiran digitalisasi,” ujarTika Bisono, dosen psikologi dari Universitas Indonesia

Tika Bisono, psikolog– foto mamahtalks id instagram

Lalu Tika pun memberi contoh tentang sebuah keluarga yang telah dikuasai gadget. “Dampaknya antara lain interaksi antaranggota keluarga jadi minim lantaran gadget. Kehangatan keluarga berkurang karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya.  Bayangkan, memanggil anak-anaknya makan saja lewat Whatsapp. Ini bagaimana?” Ucap Tika dengan nada meninggi.

Perkataan ‘keras’-nya ini bukan berarti menolak kehadiran gadget. “Lahh saya tidak menentang. Sekarang era gadget, ya nggak apa-apa, so what gitu lho? Tapi pertanyaannya apakah kita ‘dikadalin’ gadget atau mengendalikan gadget. Ternyata sampai hari ini, sebagian dari kita ‘dikadalin’ gadget’.

“Tidak bisa jauh dari gadgetnya masing-masing. Bahkan tidur pun gadget harus di sampingnya. Bagi saya, yang tidak bisa dikalahkan dan paling canggih adalah otak manusia. Gadget atau digitalisasi tidak pernah lebih unggul dari kapasitas otak manusia. Saya tidak melawan sama sekali dengan kehadiran era gadget. Saya pun justru merasa sangat terbantu dengan adanya gadget. Namun saya memilih untuk tidak ‘dikadalin’ gadget tapi sebaliknya mengendalikan gadget,” paparnya panjang lebar.

Mungkin, ujarnya, kita harus belajar dari Bill Gates, pendiri Microsoft. Dia (Bill Gates) mengatakan, ‘Saya tidak membiasakan anak-anak saya yang masih kecil memegang gadget. Saya memperbolehkan mereka menggunakan gadget ketika usia mereka telah 14 tahun.’ “Bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Lho sekarang, ada tuh anak umur 5 tahun sudah nenteng-nenteng gadget,” kata pelantun tembang populer era 80-an ‘Pagi’ dan ‘Ketika Senyumu Hadir, ini.

Tapi, kata Tika lagi, pada akhirnya adalah kembali kepada pilihan. Manusia hidup dengan berbagai macam pilihan. Memilih memanfaatkan gadget sesuai dengan fungsinya. Karena sesungguhnya gadget hanyalah alat untuk membantu bukan untuk mengganti seluruh aktivitas manusia.  ***dian

 

Comments

comments